Lukas 14:25-35
TANGGUNG JAWAB MEMBERI DAMPAK
".... tetapi jika garam pun menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?" (ay.34)
Pendidikan merupakan suatu sumber pembelajaran yang sangat luar biasa bagi tumbuh dan kembang seorang anak. Hal ini terlihat dari seorang tokoh pendidikan yang mengungkapkan bahwa, usaha untuk mengarahkan semua potensi yang dimiliki oleh anak-anak sehingga mereka bisa meraih keselamatan serta kebahagiaan. Oleh karena itu, kalimat tersebut sangat mempengaruhi kebutuhan pembelajaran bagi setiap orang. Semua orang menganggap penting pendidikan bagi setiap orang.
Bukanlah suatu hal yang mudah untuk mendapatkan keselamatan dan ini telah dibayar oleh Yesus Kristus melalui pengorbanan-Nya, yang kita terima tanpa biaya apa pun sebagai hasil dari kasih karunia Tuhan. Namun, untuk mengikuti Yesus, ada pengorbanan yang perlu dilakukan. Kita harus memikul salib, yang berarti menyangkal diri, dan membiarkan diri kita yang lama disalibkan bersama Yesus. Dengan cara ini, karakter Kristus akan terlihat, dan nama Tuhan akan dimuliakan.
Dalam konteks pekerjaan atau dalam konteks interaksi sosial yang dipenuhi dengan tantangan untuk melakukan tindakan tidak bermoral, seperti korupsi atau ketidakdisiplinan waktu, kita dihadapkan pada pilihan untuk tetap berpegang pada kejujuran dan kebenaran. Walaupun pilihan ini mungkin mengakibatkan kehilangan keuntungan atau ketenaran karena tidak menyenangkan orang lain, penting untuk tetap berintegritas. Menjadi seperti garam yang berfungsi, berarti terus melayani, membantu, dan menjadi berkat bagi sesama, meskipun kita tidak menerima pengakuan atau imbalan. Sama halnya dengan garam, yang mungkin tidak selalu tampak tetapi keberadaannya sangat dirasakan. Di dalam dunia yang kompetitif ini, banyak orang mengejar kemewahan dan kesenangan pribadi, tetapi menjalani kehidupan yang sederhana memberikan makna yang lebih dalam, memungkinkan kita untuk lebih banyak berbagi dengan mereka yang membutuhkan dan menjalankan tugas-tugas Ilahi. Amin.
Doa: Tuhan Yesus ajarkan aku supaya aku dapat berdampak bagi orang lain mulal dari hal yang sederhana. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow