Sabda Bina Pemuda, Renungan Haraian, Senin, 3 November 2025, Yudas 1:8-13 Jangan Jadi Guru Palsu.

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Jumat, 31 Oktober 2025 | 10:27 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Yudas 1:8-13

JANGAN JADI GURU PALSU!

Kehadiran Yesus membawaku pada perubahan yang menyeluruh dalam hidupku.

"Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, ..." (ay. 12)

Sobat muda, surat Yudas ditulis untuk menghidupkan kembali ajaran yang benar di dalam jemaat. Saat itu, beberapa orang yang pernah meninggalkan persekutuan, kembali dengan ajaran yang berbeda. Mereka berpikir bahwa roh dan daging itu terpisah. Roh bersifat kudus, sedangkan daging cemar. Mereka juga beranggapan kesucian daging tidak perlu dijaga. Alhasil, para guru palsu ini menjalani cara hidup yang salah tanpa kesadaran untuk berubah.

Mereka mencemarkan tubuhnya dan sering menghujat makhluk surgawi. Mereka berpikir bahwa dirinya kudus karena anugerah Tuhan, namun perilakunya tidak sesuai kehendak Tuhan. Mereka tidak mau mengakui kesalahan seperti Kain, sering mencari kenyamanan dan keuntungan diri sendiri seperti Bileam, dan kerap melawan Allah seperti Korah.

Pemahaman yang benar sangat dibutuhkan dalam kehidupan beriman. Kita tidak bisa memisahkan daging dan roh, sebagaimana kita tidak dapat memisahkan iman dan perbuatan. Jika iman tidak disertai perbuatan, maka pada hakekatnya, iman itu mati. Pada saat yang sama, perbuatan baik tanpa iman dan pemahaman yang benar tidaklah cukup. Terlebih lagi, jika kita menyebarkan pemahaman yang salah seperti guru-guru palsu di zaman Yudas.

Sobat muda, mudah sekali untuk menjadi guru palsu di masa kini. Banyak "kata-kata mutiara" di internet yang mengajak kita untuk berbuat baik tanpa percaya kepada Tuhan, serta memisahkan kehidupan gereja dari kehidupan sehari-hari. Seolah-olah, kehadiran Yesus hanya berdampak bagi sebagian hidup kita. Jika kita tidak berhati-hati dan membagikan info tersebut, maka kita dapat menjadi guru palsu yang merusak kualitas iman orang lain dan persekutuan kita. Jadi, milikilah pemahaman yang tepat dan jelilah memilih informasi sebelum dibagikan kepada orang lain. Amin.

 

Doa: Ya Tuhan, bimbing kami untuk mengenal ajaran yang benar dan melakukan perintah-Mu. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
SABDA BINA PEMUDA GPIB Renungan Harian