Golkar Tetap Ngebet Kepala
Daerah Dipilih DPRD, tapi
tak Yakin Lolos di MK
JAGOSATU.COM - Partai Golkar tidak berhenti mengusulkan agar pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada Pemilu 2029 nanti dilakukan lewat DPRD. Baik Pilkada Gubernur maupun Pilkada Kabupaten/Kota.
Hal itu ditegaskan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam paparannya di HUT ke-61 partai Golkar, di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025) malam.
Ia mengatakan usulan itu akan terus digaungkan agar pilkada dipilih lewat DPRD bisa digolkan. Dengan begitu, pilkada di masa mendatang tidak terlalu rumit seperti yang sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
"Banyak pro kontra, tapi setelah kita mengkaji, alangkah lebih baiknya memang kita lakukan sesuai dengan pemilihan lewat DPR Kabupaten atau Kota biar tidak lagi pusing-pusing. Saya yakin ini perlu kajian mendalam," kata pria yang juga menjabat Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) itu.
Ia berharap pembahasan RUU Bidang Politik bisa dimulai tahun depan. Agar pembahasan RUU ini bisa lebih mendalam dan kajian matang.
"Kami memandang pembahasan RUU bidang politik bisa dimulai tahun depan. Ini agar pembahasaannya bisa komprehensif, hati-hati, dan cemat, dengan melibatkan masukan yang luas. RUU Ini harus melalui kajian yang mendalam," kata dia.
Kendati berjanji terus menggaungkan usulan tersebut, ia menaruh kekhawatiran, kelak akan mentah di Mahkamah Konstitusi (MK). ‘’Meski sebuah undang-undang telah dipikirkan dengan matang, MK bisa saja membatalkannya jika ada gugatan. Itulah yang perlu kita pikirkan bersama-sama,’’ ulasnya.
"Tapi terus terang Bapak Presiden, sekalipun UU kita sudah kaji baik, saya khawatir jangan sampai UU sudah jadi, sampai di MK, MK membuat yang lain, bahkan bisa mengubah, bahkan bisa membuat norma baru lagi," cetus pria yang selalku mengaku asal Papua ini.
Peringatan HUT ke-61 Partai Golkar turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Acara meriah ini digelar di Istora Senayan Jakarta. Sejumlah petinggi partai lain juga turut hadir. Acara dilanjutkan dengan berbagai hiburan, konsolidasi internal dan ditutup dengan doa oleh Nusron Wahid, kader Golkar yang juga Menteri ATR/Kepala BPN.(ial/azh/dth/***)