Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 8 Desember 2025, Markus 8:11-13 Keluarga Sebagai Tanda Kehadiran Allah

Alfianne Lumantow • 2025-12-06 00:30:00
LOG GPIB
LOG GPIB

Markus 8: 11-13

KELUARGA SEBAGAI TANDA KEHADIRAN ALLAH

 "Mengapa orang Zaman ini meminta tanda? sesungguhnya Aku berkata kepada orang-orang ini sekali-kali tidak akan diberi tanda" (ay.12)

Ada sebuah ungkapan yang menyatakan "ketiadaan adalah tidak adanya sesuatu atau sesuatu yang benar tidak ada."

Ungkapan ini menyebutkan "sesuatu" ketika disebut sebagai "sesuatu berarti dia ada" dalam hal ini dapat dikatakan bahwa "ketiadaan adalah ada".

Ungkapan ini yang menjadi bagian pertanyaan dari para Farisi kepada Yesus terkait dengan permintaan tanda dari surga.

Para Farisi sekalipun disebutkan melakukan tindakan "mencobai" tetapi apakah benar-benar mencobai atau memang mereka tidak tahu bahwa kehadiran Yesus sendiri sebagai sebuah tanda dari Surga.

Oleh karena itu, dalam ayat 12 Yesus disebutkan "mendesahlah", KBBI menyebut bahwa mendesah berarti mengeluarkan napas panjang dan berbunyi (salah satunya adalah akibat lelah, sedih dan lain-lain).

Yang dapat diartikan bahwa Yesus lelah dengan pertanyaan ini, karena tanda yang diminta sebenarnya sudah ada di hadapan mereka.

Namun karena para Farisi hanya mau melihat dalam cara pandang mereka, maka Yesus menyampaikan bahwa para Farisi tidak akan diberi tanda itu.

Dalam kehidupan keluarga, terkadang mempertanyakan bukti dan tanda kehadiran Allah, apalagi ketika diperhadapkan dengan situasi dan kondisi yang tidak sesuai harapan.

Cara pandang seperti ini sama dengan cara pandang orang Farisi. Kehadiran Allah dimaknai dan dilihat sesuai dan menurut cara pandang manusia, tetapi lupa bahwa adanya keluarga itu sendiri adalah tanda kehadiran Allah.

Dalam pemahaman iman GPIB, kehadiran keluarga melalui sebuah perkawinan adalah karena Allah yang menghendaki.

Kehendak Allah adalah tanda bahwa Allah hadir dalam kehidupan keluarga. Oleh karena itu, kita kembali diingatkan bahwa kehadiran Allah nyata dalam kehidupan keluarga.

Allah ada bersama dengan setiap keluarga dalam menghadapi dan menjalani kehidupan. Amin.

 

Doa: Tuhan Yesus Engkau hadir dalam kehidupan kami, karena keluarga yang ada adalah tanda kehadiran-Mu. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT