Rut 1:1-14
KEPUTUSAN BERSAMA DI DALAM KELUARGA
"Mereka menangis lagi dengan suara keras. Orpa mencium mertuanya dan minta diri, tetapi Rut ingin tetap bersamanya." (ay. 14).
Kadangkala kita harus mengambil suatu keputusan dalam menjalani hidup ini, tidak terkecuali di dalam kehidupan keluarga.
Keputusan yang kita ambil harus bijak agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
Keputusan yang bijak akan mendatangkan damai sejahtera untuk semua pihak yang menerima keputusan itu.
Keputusan Naomi untuk kembali ke tanah Israel didasari bahwa ia tidak lagi memiliki keluarga inti.
Suami dan kedua anaknya telah meninggal dunia di tanah Moab, namun ia memiliki dua menantu perempuan Moab yang sangat mencintai Naomi.
Selain itu, keputusan untuk kembali ke tanah Israel juga didasari bahwa tidak lagi terjadi kelaparan di sana.
Saat Naomi dan kedua menantunya dalam perjalanan ke tanah Israel, berkatalah Naomi agar kedua menantunya kembali saja ke Moab sebab tidak ada lagi yang dapat diharapkan darinya.
Naomi tidak lagi memiliki anak laki-laki yang dapat dinikahkan untuk kedua menantunya. Kembali ke rumah orang tua mereka, menurut Naomi lebih baik karena mereka kembali lagi ke bangsanya sendiri.
Semula kedua menantunya menolak untuk meninggalkan Naomi, tetapi Naomi tetap meminta agar mereka lebih baik kembali ke Moab.
Sambil menangis Orpa mencium Naomi dan kembali pulang ke Moab, sedangkan Rut memutuskan untuk tetap tinggal bersama Naomi.
Kekuatan cinta kasih di dalam keluarga adalah dasar untuk membangun kehidupan berdamai sejahtera.
Kasih kepada Tuhan yang diwujudkan dalam hidup kita akan tampak dalam kehidupan keluarga yang saling mengasihi.
Kasih di dalam keluarga akan tetap ada selama kasih kepada Tuhan tetap diwujudkan.
Hal ini akan menuntun setiap keluarga untuk mengambil sebuah keputusan bersama dengan baik karena setiap anggota mendukungnya. Amin.
Doa: Ajarilah kami selalu, ya Tuhan, agar setiap keputusan yang kami ambil mendatangkan damai sejahtera. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow