Bacaan Alkitab : Rut 2:1-8
Berkorban demi Keluarga
Begitulah ia datang dan terus bekerja dari pagi sampai sekarang, dan berisitahat sebentar saja." (ay.7)
Sobat teruna, setelah Rut dan Naomi tiba di Betlehem, mereka kembali berusaha membangun kehidupan yang baru.
Usaha mereka nampaknya mesti mulai dari nol artinya tidak ada kekayaan yang mereka bawa dari negeri Moab sehingga mereka berdua hidup dalam kemiskinan.
Inisiatif Rut untuk memungut bulir-bulir jelai sisa panen menunjukkan kondisi ekonomi mereka yang terhitung orang miskin.
Dalam kitab Imamat ada perintah bagi para penuai hasil panen bahwa mereka harus membiarkan hasil panen yang terjatuh atau tertinggal untuk dipungut oleh orang-orang miskin.
Rut merasa bertanggung jawab pada mertuanya. Dari bulir jelai yang dipungut itu mereka dapat membuat roti untuk makanan sehari- hari.
Roti jelai sendiri adalah roti yang kualitasnya masih jauh di bawah roti dari bahan gandum.
Bahkan jelai juga digunakan menjadi bahan pakan ternak. Meski demikian, apa yang dilakukan Rut adalah bentuk pengorbanan sebagai komitmennya untuk memastikan kelangsungan hidup Naomi sebagai keluarganya.
Pengorbanan dan komitmen adalah dua sikap demi menjaga kelangsungan hidup keluarga.
Pengorbanan dibutuhkan dalam rangka menciptakan keluarga sebagai wadah berlindung yang memelihara kehidupan.
Tanpa adanya kepastian keluarga sebagai pelindung, seseorang dapat hidup terlantar dan terancam kelangsungan hidupnya.
Itu sebabnya diperlukan komitmen karena kelangsungan hidup keluarga perlu terus diupayakan dan dipastikan hari ke hari.
Semua itu adalah wujud dari kasih sayang karena ada kepedulian dan kepekaan dalam memastikan ketersediaan kebutuhan bagi keluarga untuk hidup.
Sobat teruna, bagi setiap kita yang lahir dan tumbuh-besar dalam sebuah keluarga, digugah melalui bacaan Alkitab saat ini untuk menyadari pentingnya kita berkontribusi pada keluarga kita.
Sama seperti Rut, kita digugah untuk menghadirkan cinta kasih dalam keluarga kita dengan berbagai hal yang mampu kita lakukan sebagai anak-anak Tuhan. Amin.
Doa: Tuhan, terima kasih untuk Firman-Mu saat ini. Ingatkanlah aku ya Tuhan, untuk melakukan hal-hal yang baik bagi keluargaku sebagai wujud aku menyayangi mereka. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow