Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Rabu, 24 Desember 2025, Yohanes 1:1-3 Kesatuan Yang Mendekatkan

Alfianne Lumantow • 2025-12-19 08:56:20

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 

Yohanes 1:1-3

KESATUAN YANG MENDEKATKAN

"Pada mulanya sudah ada Firman. Firman itu bersama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah" (ay. 1)

Yohanes membuka Injilnya dengan pengakuan pada kemahakuasaan Allah. Kehidupan di dalam dunia dan segala isi dunia ini, dijadikan oleh Allah.

Allah menjadikan langit dan bumi beserta segenap isinya hanya dengan Firman-Nya. Jadi, Allah dan Firman-Nya telah ada sebelum langit dan bumi ada.

Allah dan Firman-Nya adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Kesatuan yang menunjuk pada konsistensi

Ketika Yohanes memberikan kesaksian bahwa "Segala sesuatu dijadikan melalui Dia (Firman-Nya) dan tanpa Dia (Firman-Nya) tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan" maka kita diingatkan pada kesatuan seluruh ciptaan dengan Allah.

Semua yang telah diciptakan tidak bisa dilepaskan dari Allah. Lepas dari Allah berarti kegelapan dan kematian.

Gereja mengimani Firman itu telah mewujud menjadi manusia (ay. 14), yaitu Yesus Kristus.

Pengakuan iman ini mengingatkan kita bahwa Yesus Kristus itu telah ada sebelum segala sesuatu dijadikan. la adalah Sang Kekal yang mencipta segalanya.

Dalam hubungan yang erat, kekal, dan tidak terpisahkan antara Allah dan Firman-Nya, maka Yesus Kristus adalah Allah Yang Berfirman.

Setiap merayakan Natal, kita bersyukur atas kasih dan kemurahan Allah kepada dunia ciptaan-Nya.

Kehadiran Firman Allah dalam wujud manusia, menandakan kasih Allah yang selalu mau mendekatkan dunia kepada-Nya.

Kasih Allah tetap sama sejak penciptaan hingga sekarang, bahkan hingga selama-lamanya.

Sekarang kita bersyukur atas kasih Allah, kita menyiapkan diri untuk memenuhi panggilan-Nya dalam persekutuan yang bersyukur mengingat kehadiran-Nya melalui kegiatan ibadah malam Natal.

Mungkin dengan kesungguhan, kita harus menambahkan dengan pengakuan, bahwa panggilan-Nya merupakan panggilan untuk selalu mendekat dan menyatu dengan kasih-Nya yang membawa kehidupan bagi kita dan keluarga kita. Amin.

 

Doa Tuhan, Engkau selalu datang mendekat pada kami. Ajarlah kami selalu mendekat dalam kerinduan kepada-Mu. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT