Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 3 Januari 2026, Mazmur 131:1-3 Pandanglah Diriku Ya Tuhan Dan Jangan Palingkan WajahMu

Alfianne Lumantow • 2025-12-30 00:15:00

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 

Pembacaan Alkitab : Mazmur 131:1-3

TEMA : PANDANGLAH DIRI-KU, YA TUHAN DAN JANGAN PALINGKAN WAJAH-MU

"Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan menenteramkan jiwaku, seperti anak yang disapih dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih demikianlah jiwaku dalam dalam diriku." (ay.2)

 

Ada ungkapan yang mengatakan, "Dalamnya lautan dapat terukur, dalamnya hati siapa yang tahu?" Betul sekali ungkapan tersebut.

Ruang hati atau ruang batin sang pemazmur, tidak ada yang tahu. la sedang bergumul dan seakan ia mau berkata, "Ini yang sedang terjadi dalam diriku", "Aku sudah berupaya melakukan yang terbaik."

Ya, pemazmur sedang gelisah dan tertekan karena ia merasa kehidupan berjalan tidak sesuai dengan harapannya. la merasa sudah bertanggungjawab terhadap dirinya dengan membuat dirinya tenang dan tenteram.

Ia juga tidak tinggi hati dan tidak memandang dengan sombong. Ia pun tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar dan terlalu ajaib.

 

Bukankah kita seringkali seperti pemazmur? Kita merasa semuanya baik-baik saja. Kita sudah berupaya untuk berdamai dengan diri sendiri.

Kita mencoba untuk membuat segala sesuatu baik. Kita tidak melakukan hal-hal yang tidak baik.

Marilah kita oleh pemazmur. melihat apa yang selanjutnya dikatakan "Berharaplah pada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai se- lama-lamanya!" Pemazmur mengajak umat Israel untuk terus berharap kepada Tuhan.

Sumber ketenangan, kita dapatkan di dalam Tuhan. Dia, Tuhan adalah pusat ketenangan kita.

Pikiran dan jiwa kita akan tenang di saat kita mengalami pergumulan, kesusahan yang dalam.

Bila kita tenang di dalam Tuhan, perlahan kita bisa berpikir jernih dan tanpa kita sadari, Dia akan mengangkat beban kita. Percayalah kepada Tuhan.

 

Tuhan sanggup mengatasi gumul dan juang kita. la sanggup mengatasi beban kita. la sanggup mengubah kepedihan menjadi kekuatan.

la tahu siapa kita dan dapat berbuat segala-galanya. la akan mengurusi kita dengan baik.

Marilah kita jalani Tahun 2026 ini dengan terus berserah dan berharap kepada Tuhan. Amin.

 

 

Doa: Ya Tuhan, Engkau sangat mengenal diriku. Kepada-Mu aku berserah. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT