Bacaan Alkitab: Ibrani 12:1-4
Tema : Membangun Relasi Di Dalam Tuhan
"Ingatlah selalu Dia yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa." (ay.3)
Masa remaja tidak jarang membawa kita pada gaya atau prilaku hidup Kristus. Hal ini dapat saja terjadi dalam pergaulan kita dengan teman-teman sekolah.
Di masa remaja ini, kita ingin selalu mencoba segala sesuatu yang ada di dunia ini. Ada beberapa hal yang kita lakukan untuk dapat diterima oleh komunitas seperti relasi yang dibangun dengan teman-teman sekolah.
Tidak jarang komunitas yang ada di dalamnya justru membawa kita hidup jauh dari Tuhan.
Bacaan saat ini memperlihatkan, Tuhanlah yang seharusnya diutamakan. Tuhan Yesus Kristus menjadi fondasi dalam berperilaku dan tentunya ketika menentukan arah untuk membangun relasi.
Firman Tuhan saat ini mengajak kita untuk berefleksi dan merenungkan apakah komunitas, bahasa gaulnya genk, kita sekarang membawa dekat atau jauh dari Tuhan?
Bila ternyata relasi dengan teman-teman membawa kita jauh dari Tuhan, maka tinggalkanlah.
Hidup jauh dari Tuhan dapat menghasilkan dosa, maka tanggalkan itu agar tidak menjadi beban hidup (ayat 1).
Bahkan surat Ibrani mengatakan kita "berlomba". Perlombaanya bukan untuk memenangkan keinginan duniawi tetapi kehendak Tuhan.
Menjadikan Tuhan sebagai dasar (ayat 2) akan membawa pada kebahagiaan di dalam Tuhan
Kalimat "Duduk di sebelah kanan Allah" menggambarkan bahwa Yesus harus dihormati dan la penuh kuasa untuk menjadi Hakim.
Yesus Kristus, dengan penuh kasih setia dan tekun, senantiasa memelihara kehidupan kita. Oleh karena itu, kita pun harus memiliki ketekunan untuk hidup di dalam-Nya.
Pemeliharaan Tuhanlah yang menguatkan kita ketika berada di titik lemah dan putus asa.
Pengorbanan Yesus di kayu salib (ayat 4) harus kita balas dengan melakukan kehendak Tuhan. Amin.
Doa: Ya Tuhan tolong mampukan aku supaya dapat memiliki prilaku dan membangun relasi dengan sesama yang berada dalam kehendak kasih dan kehendak Tuhan. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow