Jagosatu.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa target awal pemerintahannya untuk mencapai swasembada pangan ditetapkan dalam jangka waktu empat tahun. Namun, dalam Taklimat Awal Tahun 2026 di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Presiden menyatakan bahwa salah satu target utama tersebut berhasil dicapai lebih cepat dari yang direncanakan.
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa pada 31 Desember 2025 pukul 24.00, pemerintah secara resmi dapat menyatakan bahwa Republik Indonesia telah mencapai swasembada beras. Capaian tersebut disampaikan sebagai bagian dari evaluasi kinerja pemerintahan sekaligus refleksi atas strategi transformasi bangsa yang dijalankan sejak awal masa kepemimpinan.
Menurut Presiden, target swasembada pangan awalnya diberikan kepada tim pangan pemerintah dengan tenggat waktu empat tahun sejak awal pemerintahan. Namun, melalui kerja yang terukur dan berkelanjutan, capaian swasembada beras dapat direalisasikan sebelum target waktu tersebut berakhir.
Presiden juga menyampaikan bahwa cadangan beras yang tersimpan di gudang-gudang pemerintah saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Republik Indonesia. Fakta tersebut digunakan Presiden sebagai indikator konkret keberhasilan pencapaian swasembada beras nasional.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian swasembada pangan tidak dapat dilepaskan dari kerja kolektif lintas sektor. Ia menekankan bahwa keberhasilan sektor pertanian bukan hasil kerja satu individu atau satu institusi semata.
“Ini bukan kerja satu orang. Ini kerja kita semua. Ada Kementerian Pertanian, Bulog, Badan Pangan Nasional, Pupuk Indonesia, Komisi Informasi, TNI, Polri, Kejaksaan, BUMN, serta penyuluh lapangan, juga para petugas lapangan, dan utamanya ini hasil kerja para petani kita,” ujar Mentan Amran.
Menurut Mentan Amran, keberhasilan mencapai swasembada beras merupakan buah dari sinergi berbagai lembaga negara serta kerja keras para petani di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian bergerak dalam satu ekosistem kebijakan dan pelaksanaan yang saling mendukung.
Dengan kepemimpinan politik yang tegas, kebijakan yang progresif, serta kerja bersama lintas sektor, swasembada pangan saat ini dipandang tidak hanya sebagai capaian statistik. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi penanda kebangkitan sektor pertanian nasional yang ditopang oleh ketersediaan pangan, peran petani, dan kontribusi terhadap kekuatan ekonomi nasional.
Taklimat awal tahun ini sekaligus menegaskan bahwa percepatan pencapaian swasembada beras merupakan hasil dari konsistensi kebijakan dan kerja kolektif yang melibatkan berbagai elemen bangsa. (samt)
Editor : ALengkong