Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 12 Januari 2026, Hakim-Hakim 6:19-20 Memberi Dalam Ketaatan

Alfianne Lumantow • 2026-01-09 12:41:46
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Hakim-Hakim 6:19-20

TEMA : MEMBERI DALAM KETAATAN

"Ambillah daging dan roti tidak beragi itu, letakkanlah di atas batu ini, dan curahkan kuahnya." Demikianlah dilakukannya (ay. 20b)

 

Menjelang malam, saat tubuh lelah dan pikiran menepi dari riuhnya aktivitas, kita diajak mengingat satu hal penting: segala yang kita kerjakan hari ini tak lepas dari penyertaan Tuhan.

Ketika kita menutup hari dengan hati bersyukur dan jiwa taat, di sanalah iman dibentuk. Seperti Gideon, yang memberi bukan karena berkelimpahan, tetapi karena taat pada suara Tuhan di tengah masa sulit.

 

Dalam bacaan hari ini, Gideon menunjukkan sebuah respons yang luar biasa. Meski hidup di masa kelaparan dan ancaman, ia mempersembahkan seekor anak kambing dan satu efa tepung.

Porsi makanan besar yang biasanya cukup untuk satu keluarga, terlebih di masa paceklik.

Persembahan ini bukan soal jumlah, melainkan hati yang percaya dan hormat kepada Tuhan.

la memberi dari kekurangan, namun dengan ketaatan yang sungguh. Saat malaikat memintanya menaruh persembahan di atas batu dan mencurahkan kuahnya, itu menjadi gambaran bahwa Tuhan menerima pemberian itu sebagai korban syukur.

Di tengah situasi yang berat, ketaatan Gideon menjadi titik awal pemulihan rohani bagi bangsanya.

Komunitas yang membangun dimulai dari pribadi yang memberi karena kasih, bukan karena mampu. Ketaatan kecil hari ini bisa menjadi awal pemulihan besar besok.

Komunitas dibangun bukan hanya dengan perencanaan hebat, melainkan dengan hati yang rela mempersembahkan diri bagi kehendak Tuhan.

 

Malam ini, mari kita bersyukur atas kebaikan Tuhan yang setia menyertai dan meneguhkan hati kita untuk memberi dalam ketaatan, meski tak selalu dalam kelimpahan.

Tuhan menghargai kesungguhan kita, bukan besar kecilnya pemberian. Biarlah hidup kita menjadi persembahan kasih, dan keluarga kita menjadi komunitas yang membangun melalui iman dan tindakan nyata. Amin.

 

 

Doa: Tuhan, terimalah syukur kami malam ini, pimpinlah kami tetap taat dan sotia, bahkan dalam hal-hal kecil. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT