Hakim-Hakim 6:33-37
YAKIN TUHAN PASTI BERTINDAK
maka aku menaruh guntingan bulu domba di atas pengirikan... (ay.37)
Setiap pagi membawa tantangan baru, dan hati kita pun sering dihinggapi rasa ragu akan kuasa dan pertolongan Tuhan.
Namun, sebagaimana Gideon tidak memulai misinya tanpa kepastian dari Tuhan, kita pun dipanggil untuk beraktivitas dengan iman yang sungguh-bukan asal berjalan, tetapi melangkah karena yakin Tuhan bekerja.
Sebelum kita bergerak, mari kita belajar percaya bahwa Tuhan lebih dulu menyusun rencana-Nya.
Gideon tahu musuh datang menyerbu dan bangsanya berada dalam bahaya. Namun ia tidak sembarangan bertindak.
Ia meminta tanda kepada Tuhan dengan meletakkan bulu domba sebagai tanda karena ia ingin kepastian bahwa Tuhan benar-benar menyertainya.
Bukan karena ia tak percaya, melainkan karena ia sangat menghormati tugasnya dan takut berjalan tanpa Tuhan.
Di sini, kita belajar bahwa iman bukan berarti nekat, melainkan percaya dengan penuh tanggung jawab.
Tuhan tidak menegur Gideon, justru merespons dengan penuh kasih dan kesabaran. Itu menunjukkan bahwa Tuhan memahami hati yang rindu dipastikan oleh kasih karunia-Nya.
Dalam membangun komunitas, keluarga, dan pekerjaan, kita pun perlu keyakinan ilahi yang lahir dari relasi yang intim dengan Tuhan.
Kita tidak berjalan berdasarkan dorongan ambisi, tetapi oleh konfirmasi dari surga yang meneguhkan.
Keyakinan iman akan menuntun kita untuk menjadi pelaku Firman dan bukan hanya pendengar yang lupa.
Tuhan mengizinkan kita meminta peneguhan saat hati gelisah, sebab la lebih rindu kita yakin daripada ragu.
Maka hari ini, marilah kami beraktivitas dengan iman yang yakin, bahwa ketika kita berserah penuh, Tuhan pasti bertindak.
Komunitas akan dibangun bukan karena kekuatan kita, tetapi karena kita berjalan dalam petunjuk dan kuasa-Nya. Jadi bekerjalah dengan sebaik-baiknya. Amin.
Doa: Tuhan, teguhkan langkah kami hari ini dengan iman yang yakin dan hati yang taat untuk melayani sesuai kehendak-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow