Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 23 Januari 2026, Kisah Para Rasul 24:1-9 Menghadapi Tuduhan Palsu

Alfianne Lumantow • 2026-01-21 02:00:00

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 

Pembacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 24:1-9

TEMA : MENGHADAPI TUDUHAN PALSU

"Kami dapati bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seseorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia dan bahwa dia adalah seorang tokoh dari aliran Nasrani." (ay.5)

 

Saudaraku, realita hidup ini menyatakan bahwa tidak semua orang akan menyukai kita. Bahkan ketika kita berusaha hidup benar dan menyatakan yang benar.

Di dalam kehidupan beriman pun demikian, hingga saat ini tidak jarang kita menghadapi kenyataan tersebut di atas.

 

Perikop bacaan Alkitab malam ini, mengisahkan tentang bagaimana Rasul Paulus menjalani peradilan atas tuduhan palsu terhadap dirinya.

Tuduhan yang menghantar dirinya berhadapan dengan Felix, selaku Prokurator (gubernur Yudea di bawah pemerintahan Romawi).

Tuduhan itu bukan hanya tidak berdasar, tetapi dibuat dengan sangat rapi agar terlihat masuk akal dan menyesatkan.

Diawali dengan sapaan yang menyanjung Felix oleh Tertulus, "Felix yang mulia, oleh usahamu kami terus menerus menikmati damai, dan oleh kebijaksanaanmu banyak perbaikan telah terlaksana untuk bangsa ini" (ay.2).

Setelah sanjungan, ia kemudian melancarkan tuduhan terhadap Paulus sebagai, pembuat kekacauan, sebagai seorang pemimpin sekte Nasrani (5).

Jelaslah bahwa semua tuduhan itu mengarah kepada fitnah yang keji, yang didasari oleh kebencian dan ketidaksenangan terhadap kebenaran Injil yang disampaikan oleh Rasul Paulus.

Bukankah hal yang sama masih sering terjadi dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat pada masa kini?

Bukankah sering kali gereja dan orang Kristen masih menjadi sasaran fitnah karena curiga dan perasaan benci dari pihak lain? Kalau begitu apa yang harus kita lakukan?

 

Belajar dari Rasul Paulus, kita tetap tenang menghadapi dan menjawab dengan bijaksana, sebagaimana yang Paulus katakan, "kalau kami difitnah, kami menjawab dengan ramah" (1 Kor 4:13).

Berbagai tuduhan palsu mungkin masih terus berlangsung sampai saat ini karena kebenaran yang kita kerjakan. Jangan takut dan gentar, sebab Tuhan menyertai kita. Amin.

 

Doa: Teguhkanlah kami Tuhan dengan Roh dan Kasih-Mu, sehingga kami mampu menghadirkan kebenaran-Mu di dunia ini. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow