Pembacaan Alkitab : 2 Korintus 7:2-7
Tema : Allah Menghibur Orang Yang Rendah Hati
"Namun, Allah yang menghiburkan orang yang rendahhati, telahmenghiburkan kami dengan kedatangan Titus" (ayat 6)
Penghiburan adalah salah satu isi dan Injil Yesus Kristus. Setiap orang dipanggil untuk menjadi seorang penghibur untuk meneguhkan dan menguatkan kelemahan yang dialami orang lain.
Dengan menjadi seorang penghibur, maka seseorang menghadirkan Kristus di dalam hidupnya sendiri dan hidup orang lain.
Kristus adalah penghibur sejati yang mau masuk ke dalam relung-relung hidup setiap kita yang membuka diri pada kuasa-Nya.
Apa yang manusia harus lakukan jika dirinya mau menjadi penghibur sejati? Kerendahan hati.
Paulus sebagai penulis kitab 2 Korintus dalam perikop pembacaan kita memulai nasihatnya dengan kata-kata yang sangat emosional, "berilah tempat bagi kami di dalam hati kamu!" (ay. 2).
Paulus ingin menyentuh hati umat yang saat itu sedang bergumul dengan roh perpecahan gereja di Korintus (ay. 5).
Karena hanya hati yang bisa bertemu dengan hati, sehingga kepala pun bisa dikendalikan dan emosi bisa diredakan.
Dengan hati yang saling bertemu itu, maka kehadiran Allah menjadi kehadiran yang memberi penghiburan sejati kepada setiap orang yang ingin menjadi pribadi yang rendah hati.
Di sini kerendahan hati adalah daya yang membuat seseorang dapat memahami orang lain karena mampu mendengar kerinduan serta keluhan untuk diubah menjadi sukacita bersama (ay. 7).
Setiap teruna dipanggil untuk menjadi penghibur bagi sesamanya. Tugas ini datang dari Allah sendiri yang adalah penghibur yang sejati.
Memberi penghiburan tidak sekadar kata-kata manis belaka, melainkan keinginan untuk mengenal dengan baik orang lain untuk mengubah hidupnya yang kelam menjadi berpengharapan.
Maukah sobat teruna menjadi penghibur yang sejati itu? Ini tugas kita, ini misi kita bersama!. Amin.
Doa: Pakailah aku sebagai seorang penghibur yang sejati dalam kesetiaan sebagai penolong sesama. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow