Pembacaan Alkitab. Habakuk 1:15-17
Tema : Kesombongan Mendatangkan Kehancuran
Dalam bukunya yang berjudul Mere Christianity, C.S. Lewis devil: Pride leads to every other vice: it is the complete anti-God state of mind".
Kesombongan adalah akar dari semua dosa yang lain karena kesombongan menempatkan diri sendiri sebagai pusat atas segala sesuatu.
Kekuatan militer dan kehebatan Babel telah membuat mereka bersikap sombong. Mereka pun mendewakan diri dan kekuatan sendiri.
Sobat teruna, bacaan firman Tuhan hari ini merupakan kedua. la Habakuk yang bagian dari pertanyaan mempertanyakan bagaimana bisa Tuhan yang adil dan suci bisa mengizinkan bangsa yang jahat seperti Babel untuk menghukum mereka.
Sebagai bangsa kecil, Yehuda menjadi korban politik yang berhasil dikuasai dan ditaklukkan oleh Babel.
Atas semua kemenangan yang diperoleh, Babel membanggakan diri dengan bersukaria dan bersorak-sorai. Mereka memuja-muja kekuatan sendiri.
Mereka yakin bahwa mereka dan kekuasaan keberhasilan mereka untuk menguasai bangsa-bangsa lain terjadi karena kekuatan mereka sendiri dan bukan karena Tuhan.
Sobat teruna, Babel terbuai atas kekuasaan besar yang ada pada mereka. Mereka merasa sangat hebat, tak terkalahkan, dan bisa melakukan apa saja tanpa perlu mengandalkan siapa pun, termasuk Tuhan.
Namun demikian, kesombongan itu tidak bertahan lama. Ia hanya bersifat sementara. Kekuasaan Babel pada akhirnya runtuh juga.
Sehebat-hebatnya Babel, ada masa di mana kehebatan itu menjadi hancur. Kisah Babel mengingatkan kita bahwa kesombongan hanya akan membawa kita pada kehancuran.
Maka, waspadalah bila dalam hidup ini kita sering merasa paling pintar, paling kuat, atau paling benar.
Pikiran- pikiran seperti itu bisa membuat kita lupa diri, bahwa banyak hal di hidup ini yang tak dapat kita kendalikan tanpa pertolongan Tuhan. Amin.
Doa: Ya Tuhan kami rapuh dan terbatas. Tolonglah kami agar mau hidup rendah hati di hadapan-Mu Amin
Editor : Alfianne Lumantow