Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Rabu, 28 Januari 2026, Habakuk 2:4-5 Siapa Pun Kita Akan Menerima Keadilan Tuhan

Alfianne Lumantow • 2026-01-26 12:10:05
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Habakuk 2:4-5

TEMA ;  SIAPA PUN KITA AKAN MENERIMA KEADILAN TUHAN

"Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya." (ay.4).

 

Orang bisa tergoda untuk meninggalkan hidup yang jujur, adil dan benar. Godaan seperti itu terjadi karena melihat bahwa seakan justru orang-orang jahat dan suka bertindak curang dan tidak benar menikmati hidup yang sukses dan menyenangkan.

Sebaliknya hidup orang jujur dan benar seakan selalu gagal dan penuh persoalan bahkan penderitaan.

Orang yang hidup seolah tidak takut Tuhan, seakan ada di mana-mana dan mencemooh orang-orang yang hidup dalam Tuhan.

Daud, Raja Israel dan pemazmur itu pernah menulis; 'aku melihat orang fasik yang gagah dan sombong, yang tumbuh mekar seperti pohon aras Libanon' (Mzr.37:35).

Realitas seperti ini yang sering menggoda orang-orang benar untuk berpaling dari kebenaran dan hidup yang jujur.

 

Pertanyaan Habakuk dan Yehuda bisa saja merupakan ungkapan seperti itu. Mengapa Babel yang menang dan bangsa pilihan Allah dikalahkan.

Tuhan, Allah dalam keadilan-Nya tidak pernah membiarkan orang sombong yang suka membusungkan dadanya terus bertumbuh.

Tuhan, Allah dalam keadilan dan kebenaran-Nya juga tidak membiarkan orang benar binasa.

Tuhan pasti akan menghukum orang sombong dan congkak; dan membiarkan orang benar hidup, makin bertambah dan bertumbuh.

Orang sombong yang meninggikan diri akan menerima kebinasaan sebagai upahnya; dan orang benar akan diberkati karena Tuhan Allah itu adil adanya.

 

Iman dalam Kristus telah mengajarkan kita terus percaya, dan mampu bertahan dalam nilai-nilai hidup yang benar dalam Kristus.

Tidak tergoda dan menyerah. Sebaliknya mampu bertahan dan menunjukkan identitas imannya yang cinta keadilan dan kebenaran bersama Tuhan.

Mungkin saja ada risiko terhadap keputusan iman itu. Tetapi kesungguhan hidup dalam Tuhan akan menjadi kesaksian iman bagi dunia.

                  

Doa: Tuhan, jangan biarkan kami tergoda oleh orang fasik dan sombong, supaya kami tetap rendah hati dan sabar. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT