Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Teruna, Renungan Harian, Kamis, 29 Januari 2026, Habakuk 2:29-14 Keadilan Allah bagi yang Serakah dan Tidak Jujur

Alfianne Lumantow • 2026-01-27 09:48:09

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 

Pembacaan Alkitab: Habakuk 2:9-14

Tema : Keadilan Allah bagi yang Serakah dan Tidak Jujur

Sobat teruna, tidak semua keberhasilan dibangun dan diusahakan dengan kejujuran. Ada saja orang-orang yang membangun kejayaannya dengan cara menindas orang lain, mencuri hak sesama, dan berbuat curang demi kepentingan diri sendiri.

Bagi Tuhan, ini adalah awal kehancuran, sebab sesuatu yang diperoleh dengan kejahatan tidak akan menjadi berkat.

                          

Bacaan kita hari ini merupakan penegasan bahwa Allah akan menghukum orang-orang Babel yang telah melakukan kejahatan, meski waktu penghukuman itu belum tiba.

Berulang kali dalam bacaan ini terungkap, "celakalah" sebagai berita penghukuman yang ditujukan kepada orang yang berlaku jahat dan melanggar ketetapan Allah.

Ucapan celaka ini disampaikan kepada Babel yang telah merampok (menaklukan kerajaan-kerajaan kecil), merancang kejahatan, dan mendirikan kota di atas tanah jajahannya.

Ketika Babel menjadi sombong, memegahkan diri, bahkan mencari kehormatan bagi dirinya sendiri, ia menjadi penyebab ketidakadilan bagi Yehuda.

Sekalipun Allah berkenan mendidik bangsa Yehuda dengan mengizinkan Babel menguasai dan menindas mereka, tetapi bukan berarti Allah menyetujui semua kekejian mereka.

Akan tiba masa penghakiman bagi kesalahan-kesalahan Babel, karena Allah tidak akan membiarkan kejahatan terus berlangsung sebagai bentuk keadilan-Nya.

Inilah yang menjadi pengharapan kita, bahwa bumi akan dipenuhi oleh kemuliaan Allah, kebenaran akan bersinar terang dan keadilan Allah akan dinyatakan dengan jelas.

 

Sobat teruna, salah satu sifat Allah adalah adil. Allah yang adil tidak pernah menutup mata terhadap apa yang kita lakukan, baik yang terlihat oleh orang lain, maupun yang tersembunyi.

Keadilan- Nya menjadi pengingat bagi kita bahwa setiap tindakan kita punya konsekuensi, dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya.

Dalam dunia yang kadang terasa tidak adil, kita mungkin melihat orang-orang yang seringkali menindas, serakah, dan angkuh justru hidup nyaman.

Namun, firman Tuhan mengajarkan kita bahwa semua kejahatan, sekecil apa pun, tidak akan luput dari penghakiman Tuhan.

Sebagai anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan, kita dipanggil untuk menghormati Tuhan dengan cara hidup jujur, rendah hati, penuh kasih, dan cinta damai. Amin

                      

Doa: Ya Tuhan, Engkaulah sumber keadilan dalam hidup ini. Tolong kami untuk berlaku penuh kasih dan keadilan. Amin

 

Editor : Alfianne Lumantow
#SABDA BINA TERUNA #GPIB #Renungan Harian