Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Januari 2026, Habakuk 2:15-20 Berdiam Diri DihadiratNya

Alfianne Lumantow • 2026-01-27 09:56:03

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 

Pembacaa Alkitab : Habakuk 2:15-20

TEMA : BERDIAM DIRI DIHADIRAT-NYA

"Tetapi, TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan- Nya, hai segenap bumi!" (ay.20).

 

Terkadang kita terlalu sibuk membenarkan diri dan mungkin menyalahkan Tuhan atas berbagai persoalan hidup yang kita alami.

Kita menghitung dan mengingat-ingat kebaikan apa yang sudah kita buat, yang menurut kita pantas untuk diperhitungkan Tuhan, lalu Tuhan membenarkan kita.

Kita lupa untuk merendahkan diri dan mencoba mencari apa maksud Tuhan melalui berbagai pengalaman hidup kita.

Kita lupa menyediakan waktu untuk akrab dengan Tuhan dan mencoba mendengar isi hati kita tentang apa yang Tuhan kehendaki.

 

Habakuk dan Yehuda pernah ada dalam keadaan seperti itu. Sibuk memprotes Tuhan dan mempersoalkan peran orang Kasdim atau kerajaan Babel.

Tapi pada akhirnya Habakuk mengajak orang Yehuda untuk berhenti mengeluh dan meratap, diam dan tenang.

Yehuda disadarkan bahwa Allah sesungguhnya selalu ada di tengah-tengah mereka, maka penderitaan karena dosa dan salah mereka segera berakhir.

Sebuah berita penghiburan disampaikan kepada Yehuda bahwa hadirat Tuhan ada di tengah-tengah umat, Tuhan yang Mahakuasa itu menjumpai umat-Nya.

Sebuah kesempatan baru diberikan Tuhan kepada Yehuda untuk beribadah kepada Tuhan.

Kesempatan baru diberikan kepada umat agar berdiam diri lalu beribadah dan menjumpai Tuhan yang berkenan menjumpai mereka.

Umat kembali dalam relasi baru, bersekutu dengan Tuhan dan melakukan ketetapan-ketetapan-Nya dan hidup untuk memuliakan Tuhan.

 

Renungan kita hari ini mengajarkan kita untuk berdiam diri di hadapan Tuhan. Jangan mudah menyalahkan Tuhan.

Introspeksi diri. Pasti kita akan ingat bahwa Tuhan selalu ada. Ia mengampuni. Di dalam Kristus pengampunan Allah sungguh dinyatakan.

Menyadarinya, kita membangun komitmen baru terus menerus untuk selalu akrab dengan Tuhan, tekun beribadah dan memuliakan Tuhan melalui perilaku baru yang taat melakukan ajaran-ajaran Tuhan. Amin.

 

Doa: Ya Tuhan, terimakasih untuk kesempatan baru yang Engkau berikan supaya kami hidup dalam pertobatan. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT