Pembacaan Alkitab Habakuk 3:1-4
Tema : Allah Sebagai Satu-Satunya Jawaban
Sobat teruna, dalam hidup ini kita sering bergumul dengan masalah keluarga, tekanan sekolah, hubungan dengan orang lain, hingga masa depan yang tak pasti.
Seperti Nabi Habakuk, kita pun kadang merasa Tuhan diam atas pergumulan kita. Sebagai ciptaan, kita memang terbatas untuk bisa memahami cara Allah bertindak.
Bacaan kita hari ini, Habakuk 3:1-4 berisi doa yang mengakui kehadiran dan pekerjaan Tuhan. Habakuk tidak lagi mengeluh, tetapi ia memandang kepada Tuhan dan menyembah-Nya.
la mengingat siapa Tuhan yang pada masa lampau telah bertindak atas hidup umat, seperti membebaskan Israel dari Mesir menuju Kanaan.
Dia adalah pribadi yang kudus, penuh kuasa, dan dengan kemuliaan-Nya la hadir dalam setiap situasi kehidupan.
Habakuk tidak mencari jalan keluar berdasarkan logika dan keadilan menurut manusia, tetapi mengakui kedaulatan Allah atas dunia.
Dalam rangka HUT ke-43 Pelkat Persekutuan Teruna GPIB, kita mendapat teladan dari Habakuk untuk menyadari betapa terbatasnya kita sebagai ciptaan, dan karena itu kita tak bisa menggantungkan hidup ini pada kekuatan diri sendiri.
Di tengah situasi penderitaan bangsanya yang tidak berubah secara langsung, hati Habakuk mengalami perubahan.
Ia berserah dan percaya kepada Tuhan, bahkan bersyukur atas pekerjaan- pekerjaan Tuhan selama ini.
Sobat teruna, bersandar pada kedaulatan Tuhan bukan berarti masalah yang kita hadapi segera teratasi.
Marthin Luther pernah berucap, "Faith is a living, daring confidence in God's grace, so sure and certain that a man could stake his life on it a thousand times" Iman bukan sekedar percaya saat segalanya terasa mudah dan baik-baik saja, tetapi keberanian untuk tetap percaya bahkan saat dunia terasa gelap. Amin.
Doa: Ya Tuhan, setiap kesusahan yang terjadi dalam hidup ini menyadarkan kamu bahwa hanya Engkaulah yang dapat kami andalkan. Amin
Editor : Alfianne Lumantow