Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 8 Februari 2026, Yeremia 32:1-16 Tanah Janji Dan Harapan

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Kamis, 5 Februari 2026 | 15:16 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Yeremia 32: 1-16

TEMA : TANAH JANJI DAN HARAPAN

Sesuai dengan firman TUHAN itu, datanglah Haname'el, anak pamanku, kepadaku dipelataran penjagaan, dan berkata: Belilah ladangku yang di Anatot...(ay.8)

 

Umat Israel menerima anugerah berupa tanah, yaitu seluruh a Kanaan, yang diberikan kepada nenek moyang mereka: Abraham, Ishak, dan Yakub.

Tanah itu menjadi tanah perjanjian kekal turun-temurun sebagai tempat mereka hidup dan berkarya (Kejadian 17:7-9).

Mereka menjaga tanah tersebut, layaknya menjaga hidup mereka yang erat kaitannya dengan ikatan kekerabatan dan kekayaan alamnya.

Di atas tanah itu, mereka mendirikan ibadah kepada Allah dengan membangun Bait Allah.

Meskipun dalam perjalanan hidup sebagai umat Allah, mereka sering memberontak dan melawan kehendak-Nya, yang mengakibatkan mereka menghadapi banyak masalah.

 

Dalam bacaan ini dinarasikan bahwa Kerajaan Yehuda sedang dikepung oleh Kerajaan Babel. N

abi Yeremia menyampaikan firman Tuhan kepada bangsa itu agar menyerah, namun Raja Zedekia tetap bersikeras melawan.

Akibatnya, nabi Yeremia dianggap lebih berpihak kepada Kerajaan Babel. Di tengah situasi genting, nabi Yeremia menerima firman Tuhan agar menebus tanah yang ditawarkan oleh sepupunya, supaya tanah itu tidak dikuasai orang lain.

Tindakan penebusan tanah yang dilakukan nabi Yeremia merupakan wujud iman dalam menaati perintah Tuhan dan meneguhkan harapan untuk masa depan mereka.

 

Tanah adalah pemberian Tuhan kepada kita yang harus dijaga dan dikelola dengan baik demi kelangsungan hidup,

karena kehidupan berada di atas dan di dalam tanah tersebut. Ingatlah bahwa kita berasal dari tanah dan akan kembali menjadi tanah.

Saat ini, karena keserakahan manusia yang hanya mementingkan diri sendiri, tanah, alam, dan ekosistem rusak, yang berdampak fatal bagi kehidupan semua makhluk.

Marilah, kita menjaga tanah air kita demi masa depan generasi yang akan datang, dengan merawat ekosistem agar kemuliaan Allah terus terpancar dan hidup kita aman serta sejahtera. Amin.

 

Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk mampu menjaga pemberian-Mu. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN PAGI GPIB SABDA BINA UMAT