Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 10 Februari 2026, Yeremia 32:43-44 Walaupun Tandus Berharga Di Mata Tuhan

Alfianne Lumantow • 2026-02-09 14:37:08
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Yeremia 32:43-44

TEMA : WALAUPUN TANDUS, BERHARGA DI MATA TUHAN

"...Sebab, Aku akan memulihkan keadaan mereka, demikianlah firman TUHAN." (ay.44)

 

Biasanya orang yang membeli tanah untuk digunakan menjadi ladang atau sawah adalah tanah yang dapat menghasilkan atau produktif bukan yang tandus dan kering.

Berarti yang tandus itu harus berubah dulu menjadi layak untuk ditanami atau dipulihkan. Bagaimana memulihkannya dan siapa yang memulihkan?

 

Bangsa Israel bagaikan tanah yang tandus. Itu terjadi setelah mereka dibuang ke Babel. Mereka mengalami kekalahan lalu ditawan musuh.

Mereka dibuang ke negeri tak berpenghuni, tidak terurus. Itu adalah akibat dari kekerasan hati mereka dan tidak mau mendengar suara Tuhan.

Tuhan tidak menghendaki umat-Nya mengalami penderitaan yang menyakitkan. Ia mengasihi dan ingin menyelamatkan mereka.

Dalam kasih-Nya yang besar la membarui keadaan yang sunyi sepi itu menjadi ramai kembali.

Keadaan yang tandus kembali layak dihuni dan ditinggali manusia serta ciptaan lainnya. Tuhan mengubah yang tandus menjadi berharga.

Mereka adalah umat yang dikasihi. Situasi dan keadaan tidak dapat mengubah kasih Tuhan terhadap umat-Nya.

 

Karena berbagai sebab kita dapat berada di situasi tandus dan kering, tidak berarti sama sekali.

Hari ini Firman Tuhan mengingatkan bahwa Tuhan menginginkan kita menikmati kebaikan dan kasih-Nya.

Karena itu mari datang dan serahkan diri pada-Nya memohon pengampunan dan belas kasihan-Nya.

Kita berharga bagi-Nya. Sekalipun kita sedang terpuruk janganlah menjauh dari Tuhan atau membenci Tuhan.

Kita perlu mendengar suara dan kehendak-Nya, mengoreksi diri kita menjadi lebih baik.

Jangan mengeraskan hati dan bertindak atas kehendak sendiri tetapi mintalah tuntunan-Nya dalam setiap langkah hidupmu, sehingga damai dan sejahtera-Nya menjadi milikmu.

Ingatlah, la sangat mengasihi kita dan terus menyiapkan yang terbaik bagi kehidupan kita. Percayalah. Amin.

 

Doa: Siapakah aku sehingga Engkau tetap mengasihiku. Sadarkanlah aku untuk tetap berjalan di jalan-Mu. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT