Pembacaan Alkitab : Yesaya 55:10-11
TEMA : KEBERHASILANKU ADA PADA TUHAN
Percaya kepada kuasa Firman Tuhan, membimbing orang percaya mengalami transformasi dan keberhasilan yang menakjubkan dalam kehidupan
"Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku; ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya." (ay. 11)
Sobat muda yang dikasihi Tuhan, siapa yang tidak bersukacita melihat hasil nyata dari perjuangan dan penanaman benih?
Kegembiraan orang tua melihat keberhasilan studi kita, saat benih masa depan yang mereka tanam sungguh bertumbuh subur dan siap berbuah.
Sungguh sukacita yang hakiki. Demikianlah perkataan Allah yang penuh daya, efektif, dan transformatif.
Ayat-ayat ini memberikan kita jaminan fundamental, firman Tuhan itu berkuasa. la diutus untuk menggenapi apa yang dikehendaki-Nya dan pasti mencapai tujuan-Nya.
Tuhan membandingkan firman-Nya dengan hujan dan salju yang turun menyuburkan bumi.
Sebagaimana unsur alam ini tidak akan kembali ke langit tanpa terlebih dahulu menyebabkan pertumbuhan dan panen.
Firman Tuhan tidak akan pernah kembali kepada-Nya dengan sia-sia. Ia selalu menghasilkan, selalu berbuah.
Bagi kita yang percaya ini menjadi sukacita dan kedamaian yang lahir dari keyakinan tersebut.
Orang yang percaya akan selalu memandang kepada Tuhan dan berjalan dengan optimisme yang tak tergoyahkan meraih impian.
Maka, apa pun yang mereka kerjakan, Tuhanlah yang akan membuatnya berhasil, sebab Dialah penggerak dan pengendali roda kehidupan di alam semesta ciptaan-Nya.
Sobat muda GPIB, mari renungkan secara mendalam: Bagaimana kuasa firman ini secara nyata telah mengubah hidup kita?
Sebagai kaum muda gereja, meski kita terus bertumbuh dalam kekristenan, kita pasti telah memiliki pengalaman bergaul karib dengan firman.
Jangan biarkan firman hanya menjadi pengetahuan. Jadikanlah ia benih yang wajib berbuah.
Renungkanlah rencana hidup apa yang telah kita yakini berdasarkan firman? Dan bagaimana Tuhan telah mewujudkannya menjadi keberhasilan?
Hidup yang berhasil bukan diukur dari pencapaian duniawi semata, melainkan dari sejauh mana hidup kita menjadi bukti nyata atas kuasa firman yang telah digenapi. Amin.
Doa: Bapa surgawi, terima kasih atas firman-Mu yang menyegarkan. Tolonglah aku untuk terus percaya dan melihat firman-Mu digenapi dalam hidupku, Amin.
Editor : Alfianne Lumantow