Pembacaan Alkitab : Mazmur 29: 3-4
TEMA : KEKUATAN DAN SEMARAK TUHAN MEMBERI KETENANGAN
"Suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak." (ay. 4)
Suara guruh yang menggelegar seringkali disebut sebagai suara TUHAN. Pemahaman bahwa guntur berasal dari atas dan tidak dapat dikendalikan dan sulit membuat prakiraan atau prediksi kapan akan menggelegar.
Demikian Allah berbicara melalui bunyi guruh (Kel. 20: 18) yang membuat umat takut dan gemetar serta menjadi patuh dan taat pada perintah TUHAN.
Suara yang tidak terbatas menjangkau lautan yang luas, di atas air di bawah cakrawala yang suaranya menyakitkan gendang telinga karena sangat besar gemuruhnya.
Tidak ada suara yang begitu menghentak dan membuat silau mata manusia selain kekuatan TUHAN yang Maha Mulia.
Allah kemuliaan yang mengguntur, mengarahkan pikiran dan pengakuan tentang keagungan dan rasa hormat yang mendalam pada kuasa-Nya.
Menyaksikan dahsyatnya kuasa TUHAN yang tak terjangkau kuasa manusia memberi pedoman tentang posisi yang jauh di bawah kekuatan-Nya.
Mencoba membangun kekuatan seperti menara Babel, pada hakekatnya hanya mengecilkan kemampuan manusia di hadapan TUHAN.
Mendengar suara TUHAN dan berjalan mengikutinya, memberi peluang untuk menemukan ketenangan dari suara-suara menggelegar dunia ini.
TUHAN Sang Suara kebenaran menjadi penuntun jalan di tengah badai yang menggelegar.
Kehidupan orang kristen masa kini, diperhadapkan dengan kesulitan mendengar suara TUHAN.
Sama seperti anak bebal yang sulit mendengar suara ibunya, demikian juga banyak orang yang katanya Kristen tetapi selalu mengabaikan suara TUHAN.
Belajar mendengarkan suara TUHAN adalah proses pembaruan hidup yang dapat membawa kehidupan pada ketenangan serta dijauhkan dari segala ketakutan dan kekuatiran.
Dalam kuasa dan pertolongan TUHAN yang empunya kuasa, niscaya orang yang mendengarkan suara-Nya dengan sungguh-sungguh, akan menemukan jalan kebenaran dan hidup yang membawa sukacita serta damai sejahtera. Amin.
Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar kami selalu mengarahkan pendengaran kami mengikuti suara-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow