Pembacaan Alkitab : Mazmur 29: 1-2
TEMA : KUASA TUHAN MEREDAKAN BADAI KEHIDUPAN
"...berilah kepada TUHAN kemuliaan dan kekuasaan!." (ay. 1b)
Mazmur ini ditulis Daud ketika badai besar yang disertai kilat dan hujan ekstrim melanda daerah yang dihuni umat Tuhan.
Kekuatan alam yang jauh melebihi kemampuan manusia untuk mengatasinya, seringkali membuat manusia tidak berdaya.
Gelegar guntur dan cahaya kilat yang menyambar dibalas dengan seruan untuk memuliakan TUHAN.
Suara dan cahaya dari langit dianggap sebagai panggilan bagi dirinya dan para pemimpin umat untuk menyerukan nama TUHAN.
Pengakuan bahwa TUHAN punya kuasa atas semua peristiwa alam yang lepas dari kendali-Nya.
Seruan kepada Tuhan menjadi penanda bagi umat penghuni surgawi untuk menaruh percaya bahwa dalam kedahsyatan badai, ada pengendali yang mampu meredakannya.
Kepada siapakah umat akan menaruh pengharapan jika kekuatan alam menjadi tidak terkendali?
Memuliakan TUHAN dan memberi kesempatan kepada TUHAN untuk memegang kendali adalah cara terbaik berserah atas kekuatan di luar kemampuan manusia.
Kesempatan memuliakan TUHAN di tengah badai, mungkin membuat manusia jatuh pada pilihan untuk bertahan mengandalkan TUHAN atau menyerah.
Badai besar dan gemuruh guntur memang menakutkan sebab tangan manusia terlalu kecil untuk mereda- kannya. Ada tangan TUHAN yang mampu mengatasi kuasa alam.
Memuji, menyembah dan memuliakan TUHAN menjadi pengakuan akan kuasa TUHAN yang tidak terbatas.
Memberi diri dalam iman percaya kepada TUHAN sebenarnya melenyapkan kekuatiran akan ketidakmampuan mengatasi badai kehidupan.
Pergumulan dan masalah kehidupan yang datang seperti badai yang bergemuruh, tidak membuat surut iman percaya bahkan semakin kuat umat Tuhan berseru kepada-Nya.
Memberi tempat kepada TUHAN untuk turut bekerja dalam mengatasi badai kehidupan adalah realitas yang patut dimiliki setiap orang percaya.
Andalkan TUHAN dalam segenap pergumulanmu dan Dia yang akan meluruskan jalanmu. Amin.
Doa: Engkaulah ya Tuhan yang turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan dari setiap badai kehidupan. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow