Pembacaan Alkitab : Markus 9:20-24
TEMA : TOLONGLAH AKU YANG TIDAK PERCAYA INI
"Segera ayah anak itu berteriak, "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!." (ay.24)
Seorang ayah dalam kisah ini terbuka dan memohon dengan rendah hati kepada Yesus.
Permohonan ini memperlihatkan kejujuran seorang ayah, yang ditulis dengan baik oleh Markus, penulis Injil kedua.
Kita diajak merenungkan tentang kejujurannya. Kejujuran adalah awal keberhasilan.
Inilah yang disampaikan Markus melalui kisah kasih seorang ayah kepada anaknya yang sakit.
Terkadang orang justru menutupi kelemahan atau kegagalan, tetapi ayah itu tidak melakukannya.
Ini mengajarkan kepada kita bahwa Yesus telah berhasil membawa ayah itu untuk jujur dan hidup dalam tuntunan-Nya, melewati rintangan kedagingannya, menuju hidup beriman.
Berkaca pada berkat besar dari Tuhan Yesus kepada ayah itu, kita dapat bertanya ke dalam diri sendiri: apakah ada kerendahan hati dalam beriman kepada-Nya?
Bisa terjadi iman kita belum sampai pada hati yang berserah dan bersandar kepada-Nya, oleh sebab itu kita bertanya pada diri sendiri terlebih dahulu akan lebih baik.
Seorang pengkhotbah pernah berkata bahwa khotbahnya yang begitu disukai oleh banyak orang; ia dielu-elukan, namun ia sadar bahwa yang dilakukannya hanyalah profesi.
Ketika ia sakit keras, ia pun sadar bahwa dirinya bisa berkhotbah tetapi hatinya tidak pada Tuhan Yesus; ia tinggi hati. Ia terbuka, belajar dan bersandar.
Kita pun terus belajar beriman dengan rendah hati di tengah dunia yang mengandalkan kapabilitas dan kemampuan.
Dengan kerendahan hati, kita mengerti bahwa iman bukanlah soal seberapa kuat keyakinan kita, tapi seberapa dalam kita menyerahkan diri kepada Tuhan, bahkan ketika ragu.
Mari kita belajar mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Yesus, selalu mau mengikuti rencana-Nya, hidup dengan rendah hati, jujur, dan siap berkarya.
Kepada-Nyalah kita membangun hidup, dan bersama Dia kita berkarya di dunia ini. Amin.
Doa: Tuhan, kami mengakui segala kelemahan dan kesombongan, tolonglah agar kami mengandalkan-Mu dan rendah hati. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow