Pembacaan Alkitab : Matius 5:21-30
TEMA : RELASI
"tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamal dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu" (ay. 24).
Tuhan Yesus menegaskan dalam Firman bahwa tindakan membunuh sesama adalah suatu kejahatan yang patut dihukum.
Tetapi ada juga perbuatan jahat lainnya yang setara dengan membunuh sesama, bahkan lebih parah, yakni pembunuhan karakter.
Yesus mengecam keras orang yang memfitnah, orang yang karena kesombongan atau karena kemarahan yang dipelihara merasa belum puas sebelum membalas dendam, sehingga keluarlah perkataan makian. Misalnya makian, "Dungu kau!"
Fitnah maupun perkataan makian akhirnya merusak reputasi, kredibilitas, serta integritas seseorang karena menimbulkan persepsi negatif terhadap orang yang direndahkan atau difitnah.
Persepsi negatif itulah yang kemudian menimbulkan ketidakpercayaan banyak orang, sehingga sang korban kehilangan kepercayaan dan kesempatan untuk membangun kehidupannya.
Sikap sombong serta kemarahan yang berlarut-larut tentulah menjadi ganjalan dalam relasi pribadinya dengan Tuhan.
Itu sebabnya Tuhan Yesus menghendaki supaya mereka terlebih dahulu memperbaiki relasi dengan sesama.
Sebab dasar terjalinnya relasi dengan Allah amat tergantung pada relasi seseorang yang baik dengan sesama.
Berarti kita perlu mengevaluasi diri sendiri agar ibadah kita tidak sia-sia dan tidak kehilangan makna.
Perjumpaan dengan Allah dalam ibadah dimungkinkan karena kita menerima anugerah pendamaian dan pengampunan-Nya.
Keadaan itulah yang mendorong kita membuka hati, bersikap rendah hati untuk membangun damai dan membuka pintu maaf bagi orang lain.
Sebelum kita kembali beristirahat, marilah di hadapan Tuhan kita bertekad memohon pengampunan dan memperbarui relasi dengan sesama yang memberi kebahagiaan.
Memohon supaya Roh Kudus menyanggupkan hati kita untuk memberi maaf, melepaskan rasa benci dan kemarahan berlarut-larut yang menimbulkan keinginan membalas dendam, serta selalu memikirkan dan merencanakan yang baik bagi sesama sebagai wujud melayani Firman-Nya. Amin.
Doa: Ya Roh Kudus, tolonglah hati ini sanggup berdamai dengan memberi maaf, supaya kami menjadi layak di hadapan-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow