Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Sabtu, 21 Maret 2026, Matius 6:1-4 Welas Asih

Alfianne Lumantow • 2026-03-18 02:05:00

LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Matius 6:1-4

TEMA : "WELAS ASIH"

Bukan soal kuantitas, melainkan ketulusan hati itulah nilai sesungguhnya dalam bersedekah.

 

"Namun, jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu" (ay.3)

 

Menurut Injil Matius, kalau kita memberi, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

Apakah perbuatan ini mungkin? Bukankah tangan hanya mengerjakan apa yang dipikirkan, bukan yang berpikir apa yang harus dikerjakan?

Jika demikian maka berpikir untuk mengerjakan apa yang diperbuat tangan itulah yang penting!

Hal memberi sedekah bukanlah apa yang dilakukan tangan melainkan apa yang dipikirkan dan dihayati mendalam oleh pikiran dan hati nurani manusia.

 

Sobat muda, sekali lagi Matius sedang bermain tentang latar belakang dibalik sebuah peristiwa, bukan sekadar apa yang terlihat secara langsung.

Pada pengajaran tentang "memberi sedekah" perhatian kita digiring untuk memikirkan bagaimana seharusnya memberi sedekah yang benar.

Bukan bagaimana sedekah kita dilihat dan diketahui orang lain. Jika memberikan pujian harus dengan tulus, maka orang yang menerima pujian harus juga bekerja atau bertindak dengan tulus, bukan kemunafikan untuk mendapatkan pujian.

Oleh sebab itu sikap yang benar dalam bersedekah adalah welas asih. Terjemahan bahasa Yunani dari eleemosynen adalah sedekah, amal atau welas asih.

Welas asih (KBBI VI Daring) adalah perasaan sayang dan empati yang diikuti dengan keinginan untuk meringankan penderitaan orang lain. Bukan keinginan untuk dipuji, tetapi untuk menolong orang lain.

 

Sobat muda, memberi sedekah harus berdasarkan ketulusan untuk menolong. Menolong seseorang adalah perbuatan nyata dan aktivitas kasih yang dikehendaki Allah.

Jika digunakan untuk mencari popularitas tentu saja ini salah. Inilah yang disebut perbuatan tangan kanan diketahui tangan kiri.

Tuhan Yesus mengingatkan bahwa diketahui Bapa di Surga adalah lebih penting daripada diketahui manusia, sebab Allah mengetahui hati manusia (2 Taw. 6:30). Amin

 

Doa: Allah Bapa kami bersyukur atas berkat-Mu, berilah kami hati yang tulus untuk berwelas asih. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#SABDA BINA PEMUDA #GPIB #Renungan Harian