Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kabar Baik Buat Petani Kelapa dan Pala: Kementan Alokasikan Rp9,5 Triliun Genjot Nilai Tambah Perkebunan

Andria W • 2026-03-18 19:47:25

Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran Rp9,5 triliun untuk mempercepat program hilirisasi 7 komoditas perkebunan (termasuk kelapa dan pala) pada 870.000 hektare kebun rakyat hingga 2027.
Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran Rp9,5 triliun untuk mempercepat program hilirisasi 7 komoditas perkebunan (termasuk kelapa dan pala) pada 870.000 hektare kebun rakyat hingga 2027.

Jagosatu.com - Kementerian Pertanian (Kementan) RI mengambil langkah agresif untuk mengubah wajah sektor perkebunan nasional. Melalui program percepatan hilirisasi, Kementan tak tanggung-tanggung mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp9,5 triliun untuk periode 2025–2027.

Langkah strategis ini ditargetkan mampu menyentuh 870.000 hektare (ha) kebun rakyat di berbagai penjuru Tanah Air. Fokus utama hilirisasi ini akan diarahkan pada tujuh komoditas perkebunan primadona, yakni tebu, kopi, kakao, kelapa, lada, pala, dan jambu mete.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan tegas menyatakan bahwa era menjual hasil bumi dalam bentuk bahan mentah harus segera diakhiri.

"Kita ingin komoditas perkebunan memiliki nilai tambah yang lebih besar. Karena itu, pemerintah terus mendorong hilirisasi agar hasil perkebunan dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang memberikan keuntungan lebih bagi pekebun dan perekonomian nasional," ujar Mentan Amran.

Lebih lanjut, Mentan memastikan bahwa pemerintah tengah mematangkan berbagai kesiapan ekosistem pendukung, mulai dari ketersediaan lahan, kesiapan kelompok tani, hingga ekosistem industri hilir agar program ini berjalan berkesinambungan.

Dalam pelaksanaannya, proses verifikasi di lapangan telah mulai digenjot. Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Abdul Roni Angkat, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan pemetaan potensi lahan dan mengidentifikasi Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL).

"Kami turun langsung ke daerah untuk memastikan kesiapan CPCL, memetakan potensi lahan, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Proses ini memang tidak sederhana, namun menjadi langkah penting agar program hilirisasi dapat berjalan optimal," ungkap Roni.

Ke depannya, Kementan berharap komoditas andalan seperti tebu dapat diolah maksimal menjadi gula, kelapa menjadi berbagai produk olahan turunan, kakao menjadi cokelat berkualitas tinggi, hingga rempah-rempah bernilai mahal dari pala dan lada.

Melalui suntikan dana Rp9,5 triliun ini, sektor perkebunan diharapkan tidak lagi sekadar menjadi pemasok bahan baku mentah, melainkan menjelma menjadi industri bernilai tambah yang mampu membuka lapangan kerja baru dan memutar roda ekonomi di desa-desa sentra perkebunan di seluruh Indonesia.

Editor : Andria W