Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Intelijen Iran Diduga Dalangi Aksi Pengintaian Fasilitas Yahudi di London

ALengkong • 2026-03-20 01:04:59

Dua orang ditangkap di London atas dugaan spionase terhadap Kedutaan Israel dan sinagoge atas instruksi intelijen Iran. Simak laporan lengkapnya.
Dua orang ditangkap di London atas dugaan spionase terhadap Kedutaan Israel dan sinagoge atas instruksi intelijen Iran. Simak laporan lengkapnya.

Jagosatu.com - Dua orang pria telah dihadapkan ke Pengadilan Westminster Magistrates di London atas tuduhan melakukan pengintaian terhadap sejumlah sasaran vital milik komunitas Yahudi. Tersangka yang diidentifikasi sebagai Nematollah Shahsavani, 40 tahun, dan Alireza Farasati, 22 tahun, diduga menjalankan misi tersebut atas perintah langsung badan intelijen Iran. Tindakan ini mencakup pengumpulan informasi strategis terhadap Kedutaan Besar Israel dan sinagoge tertua di Inggris, Bevis Marks, selama periode lima minggu pada musim panas lalu.

Jaksa penuntut Louise Attrill mengungkapkan bahwa bukti kuat ditemukan melalui perangkat elektronik yang disita dari para tersangka. Perangkat tersebut berisi daftar sasaran spesifik, termasuk konsulat Israel, pusat komunitas Yahudi, hingga lembaga keamanan Community Security Trust. Investigasi awal menunjukkan bahwa aksi ini telah dirancang secara sistematis sebelum eskalasi militer yang terjadi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari lalu.

Shahsavani, yang memegang kewarganegaraan ganda Iran-Inggris, diduga bertindak sebagai koordinator setelah melakukan perjalanan ke Iran pada April tahun lalu. Ia kemudian menginstruksikan Farasati untuk terjun langsung melakukan pemantauan lapangan terhadap berbagai titik sasaran yang telah ditentukan. Pihak berwenang Inggris berhasil mengungkap keterlibatan mereka setelah Shahsavani dihentikan oleh otoritas kontraterorisme saat kembali ke Inggris pada bulan Agustus.

Kasus spionase ini menjadi pengingat serius bagi Indonesia mengenai pentingnya memperkuat sistem keamanan siber dan perlindungan aset strategis di tengah eskalasi geopolitik global. Meskipun fokus utama isu ini adalah keamanan fisik di luar negeri, ketergantungan sektor agrikultur modern Indonesia pada teknologi asing menuntut kewaspadaan tinggi terhadap potensi ancaman intelijen yang menyusup melalui rantai pasokan digital. Pemerintah dan pelaku industri harus memastikan bahwa infrastruktur pertanian, yang menjadi tulang punggung ketahanan nasional, tetap terlindungi dari campur tangan pihak asing yang merugikan kedaulatan negara.

Editor : ALengkong