Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kim Jong Un Kembali Pimpin Korea Utara di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Ekonomi

ALengkong • 2026-03-23 17:18:33

Kim Jong Un resmi kembali menjabat Ketua Komisi Urusan Negara dalam sidang parlemen terbaru Korea Utara, membawa tantangan bagi stabilitas regional.
Kim Jong Un resmi kembali menjabat Ketua Komisi Urusan Negara dalam sidang parlemen terbaru Korea Utara, membawa tantangan bagi stabilitas regional.

Jagosatu.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secara resmi kembali ditunjuk sebagai Ketua Komisi Urusan Negara melalui sidang parlemen terbaru negara tersebut.

Keputusan krusial ini diambil dalam sesi pertama Majelis Rakyat Tertinggi yang berlangsung pada hari Minggu guna menentukan arah kepemimpinan nasional mendatang.

Laporan media pemerintah KCNA mengonfirmasi bahwa penunjukan kembali ini didorong oleh keyakinan politik serta keberanian strategis yang dimiliki oleh sang pemimpin tertinggi.

Langkah politik tersebut memperkuat posisi Kim Jong Un sebagai pemegang otoritas penuh setelah sebelumnya terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh Korea.

Dalam sidang parlemen yang sama, Jo Yong Won, yang dikenal sebagai pembantu dekat Kim, dipilih secara resmi sebagai ketua parlemen baru.

Perubahan struktur organisasi ini sekaligus menggantikan posisi Choe Ryong Hae yang kini tidak lagi masuk dalam daftar Komite Sentral partai tersebut.

Sementara itu, Ri Son Gwon kini dipercaya untuk memegang jabatan sebagai wakil ketua parlemen dalam susunan baru kabinet Korea Utara saat ini.

Sektor pemerintahan juga mengalami pergeseran dengan penetapan sejumlah anggota kabinet baru termasuk Perdana Menteri Pak Thae Song yang masih tetap menjabat.

Posisi Menteri Luar Negeri tetap dipegang oleh Choe Son Hui, sementara Kim Tok Hun ditunjuk sebagai wakil perdana menteri pertama yang strategis.

Satu catatan menarik dari perombakan ini adalah diberhentikannya Kim Yo Jong dari keanggotaan Komisi Urusan Negara yang selama ini sangat berpengaruh kuat.

Agenda sidang parlemen juga mencakup pembahasan revisi konstitusi serta penetapan anggaran negara tahun 2026 yang krusial bagi kelangsungan ekonomi negara tertutup tersebut.

Selain itu, rencana pembangunan ekonomi lima tahun menjadi sorotan utama dalam rapat guna memastikan ketahanan nasional tetap terjaga di masa sulit ini.

Kondisi geopolitik yang terus bergejolak menuntut pemerintah Korea Utara untuk lebih fokus pada penguatan sektor domestik di tengah isolasi ekonomi yang panjang.

Stabilitas di kawasan regional akan sangat bergantung pada arah kebijakan baru yang diambil oleh kepemimpinan yang baru saja dikukuhkan tersebut hari ini.

Bagi Indonesia, fenomena kepemimpinan sentralistik di Korea Utara memberikan pelajaran penting mengenai urgensi diversifikasi ekonomi dan kemandirian pangan dalam menghadapi gejolak global.

Sumber: Antara News

Editor : ALengkong