Tips Jitu Menanam Ubi Jalar Ungu agar Tumbuh Subur dan Berkualitas

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Selasa, 24 Maret 2026 | 14:02 WIB

Tanaman Ubi Jalar Ungu
Tanaman Ubi Jalar Ungu

JAGOSATU.COM - Ubi jalar ungu kini semakin populer di kalangan masyarakat, baik sebagai bahan pangan sehat maupun sebagai komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Warna ungu yang khas bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga menandakan kandungan antioksidan tinggi yang baik bagi kesehatan.

Tak heran jika permintaan pasar terhadap ubi jalar ungu terus meningkat, membuka peluang besar bagi petani untuk membudidayakannya secara serius.

Budidaya ubi jalar ungu sebenarnya tidak terlalu sulit, bahkan dapat dilakukan oleh petani pemula. Namun, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, diperlukan teknik yang tepat sejak awal penanaman hingga masa panen. Dengan penerapan langkah-langkah yang benar, ubi jalar ungu dapat tumbuh subur dan menghasilkan umbi berkualitas tinggi.

Langkah pertama yang sangat penting dalam budidaya ubi jalar ungu adalah pemilihan lahan. Tanaman ini sangat menyukai tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik. Tanah yang terlalu padat akan menghambat perkembangan umbi, sehingga hasil panen menjadi kecil dan tidak maksimal.

Oleh karena itu, sebelum penanaman, lahan sebaiknya diolah dengan cara dicangkul atau dibajak hingga gembur. Selain itu, pembuatan bedengan juga sangat dianjurkan untuk menjaga kelembapan tanah dan mencegah genangan air.

Selain kondisi tanah, pemilihan bibit juga menjadi faktor penentu keberhasilan budidaya. Bibit ubi jalar ungu biasanya berasal dari stek batang tanaman yang sehat dan sudah cukup umur. Pilihlah batang yang tidak terserang hama atau penyakit, serta memiliki pertumbuhan yang baik.

Panjang stek ideal berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter dengan beberapa ruas daun. Sebelum ditanam, sebaiknya bibit didiamkan selama satu hingga dua hari agar luka potongan mengering, sehingga mengurangi risiko pembusukan saat ditanam.

Proses penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan atau saat kondisi tanah cukup lembap. Penanaman dapat dilakukan dengan cara menancapkan sebagian batang ke dalam tanah dengan posisi miring.

Jarak tanam yang dianjurkan adalah sekitar 30 hingga 40 sentimeter antar tanaman dan 60 hingga 80 sentimeter antar barisan. Jarak tanam yang tepat akan memberikan ruang bagi tanaman untuk tumbuh optimal dan memudahkan perawatan.

Perawatan tanaman ubi jalar ungu tergolong cukup sederhana, namun tetap membutuhkan perhatian yang konsisten. Penyiraman dilakukan secukupnya, terutama pada fase awal pertumbuhan.

Tanaman ini sebenarnya cukup tahan terhadap kekeringan, tetapi tetap membutuhkan air untuk mendukung perkembangan umbi. Selain itu, penyiangan gulma perlu dilakukan secara rutin agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman dan tidak bersaing dalam penyerapan unsur hara.

Pemupukan juga menjadi bagian penting dalam budidaya ubi jalar ungu. Penggunaan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang sangat dianjurkan karena dapat meningkatkan kesuburan tanah secara alami.

Pupuk dapat diberikan saat pengolahan lahan maupun selama masa pertumbuhan. Jika diperlukan, pupuk tambahan seperti NPK dapat digunakan dengan dosis yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

Salah satu teknik penting yang sering diabaikan adalah pengguludan atau pembumbunan. Teknik ini dilakukan dengan cara menimbun tanah di sekitar pangkal tanaman. Tujuannya adalah untuk memperbaiki struktur tanah, menjaga kelembapan, serta membantu pembentukan umbi yang lebih besar dan berkualitas. Pembumbunan biasanya dilakukan beberapa minggu setelah penanaman.

Dalam proses budidaya, petani juga perlu mewaspadai serangan hama dan penyakit. Hama yang sering menyerang ubi jalar antara lain ulat daun dan kumbang. Sementara itu, penyakit yang umum terjadi adalah busuk batang dan umbi.

Untuk mengatasinya, petani dapat menggunakan pestisida alami atau melakukan pengendalian secara mekanis, seperti membuang bagian tanaman yang terinfeksi. Penggunaan pestisida kimia sebaiknya menjadi pilihan terakhir dan digunakan secara bijak.

Memasuki masa panen, ubi jalar ungu biasanya sudah dapat dipanen setelah berumur sekitar 3 hingga 4 bulan, tergantung varietas dan kondisi pertumbuhan. Tanda-tanda tanaman siap panen antara lain daun mulai menguning dan pertumbuhan tanaman melambat.

Proses panen harus dilakukan dengan hati-hati agar umbi tidak terluka. Umbi yang rusak akan lebih cepat membusuk dan menurunkan kualitas hasil panen.

Setelah panen, ubi jalar ungu sebaiknya tidak langsung disimpan. Umbi perlu dikeringkan terlebih dahulu di tempat teduh selama beberapa hari. Proses ini bertujuan untuk mengurangi kadar air dan memperkuat kulit umbi, sehingga lebih tahan terhadap penyimpanan. Penyimpanan yang baik akan menjaga kualitas ubi jalar hingga siap dipasarkan.

Dengan teknik budidaya yang tepat, ubi jalar ungu tidak hanya memberikan hasil panen yang melimpah, tetapi juga membuka peluang usaha yang menjanjikan. Harga jual yang relatif stabil dan permintaan pasar yang terus meningkat menjadi keuntungan tersendiri bagi para petani. Selain itu, tren gaya hidup sehat yang semakin berkembang juga turut mendorong popularitas ubi jalar ungu sebagai salah satu sumber pangan bergizi.

Ke depan, budidaya ubi jalar ungu diharapkan dapat terus dikembangkan, baik dalam skala kecil maupun besar. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga pertanian, sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas produksi dan kesejahteraan petani.

Dengan demikian, ubi jalar ungu tidak hanya menjadi komoditas lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Pada akhirnya, keberhasilan dalam menanam ubi jalar ungu tidak hanya bergantung pada teknik, tetapi juga pada ketekunan dan kesabaran petani. Dengan perawatan yang baik dan konsisten, tanaman ini dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Maka dari itu, tidak ada salahnya mulai mencoba budidaya ubi jalar ungu sebagai langkah awal menuju pertanian yang produktif dan menguntungkan.(***)

Editor : Alfianne Lumantow
Ketahanan Pangan pertanian Petani