Pembacaan Alkitab : Yesaya 41:8-10
TEMA : TUHAN TIDAK PERNAH MENOLAK UMAT-NYA
"Tuhan tidak menolak umat yang berseru kepada- Nya; dalam kelemahan dan ketidakberdayaan, justru kasih-Nya semakin nyata."
"Engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu, Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau". (ayat 9).
Saya pemah membaca sebuah status di media sosial Facebook, yang menulis "Jika salah, perbaiki. Jika gagal, coba lagi.
Tapi jika kamu menyerah, semuanya selesai!" Sebuah pesan penting bagi kita selaku umat Tuhan, terselip di dalam status di atas, yaitu agar tidak mudah pasrah dan menyerah di dalam menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan hidup.
Sangat disadari bahwa di dalam mengarungi dinamika kehidupan, kita acapkali diperhadapkan dengan berbagai bentuk persoalan yang terasa amat berat.
Sehingga membawa kita pada titik klimaks keputusasaan, frustasi dan memutuskan untuk menyerah.
Status sebagai anak Tuhan, bukanlah jaminan bagi kita untuk terbebas dari kesesakan dan kesulitan hidup yang pada akhimya juga membawa kita pada kondisi untuk menyerah.
Perikop bacaan dalam Yesaya 41, menyampaikan sebuah pesan 'pembebasan' bagi bangsa Israel; yang sedang berada di dalam keputus- asaan, frustasi dan sampai pada titik menyerah di Babel.
Namun, cinta kasih Tuhan jauh lebih besar dari pada dosa dan pelanggaran yang dilakukan oleh Israel.
Di ayat 8-9, nabi Yesaya menyampaikan bahwa Tuhan Allah yang telah memilih, memanggil dan mengumpulkan umat-Nya dari berbagai penjuru dunia akan menyertai, memegang dan meneguhkan Israel, serta tidak menolak umat-Nya ini.
Tuhan Allah tidak pernah menolak umat-Nya, maka dalam iman, kita juga meyakini bahwa Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus tidak pernah menolak kita.
Pesan Tuhan di ayat 10, perlu menjadi catatan bagi kita selaku pemuda gereja, untuk tidak mudah putus asa, bimbang dan menyerah dalam menghadapi tantangan kehidupan yang berat.
Libatkanlah Tuhan, yang sangat memahami kelemahan kita dan selalu membuka tangan kasih-Nya kepada kita, yang mau kembali kepada-Nya. Jadilah anak muda yang berjiwa fighter. Amin.
Doa: Tuhan, ampunilah kami, yang mudah sekali menyerah di dalam menghadapi pergumulan hidup. Ajar kami untuk selalu melibatkan Engkau di dalam segala perkara hidup yang kami alami. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow