Pembacaan Alkitab : Yesaya 41:17-20
TEMA : KASIH-NYA MEMELIHARA
Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan; tetapi Aku, TUHAN, akan menjawab mereka, Aku, Allah Israel Aku tidak akan meninggalkan mereka. (ay. 17)
Sungai yang tiba-tiba memancar di atas bukit gundul dan mata-mata air yang tiba-tiba muncul di tengah dataran kering.
Sehingga padang gurun pun sekejab menjadi telaga hanyalah akan menjadi latar belakang dari foto-foto wisatawan yang berada di situ dalam keadaan normal.
Jika beruntung, para wisatawan itu dapat mengambil video, tepat pada waktu airnya muncul.
Lain halnya jika sungai dan mata air itu tiba-tiba muncul bagi orang yang benar- benar kehausan.
Bagi orang sengsara dan miskin yang mencari air untuk keperluan hidup, kemunculan sungai dan mata air, bukanlah perkara pemotretan melainkan hidup dan mati.
Kemunculan air itu adalah pertanda bahwa dia masih dapat hidup hari ini. Artinya, tanda-tanda kehidupan yang dimunculkan Allah dalam teks ini perlu dibaca dari kacamata orang sengsara dan miskin bukan dari kamera wisatawan.
Zaman sekarang, setiap orang yang mempunyai telepon genggam (HP) dapat mengambil gambar dari apa yang ada di sekitarnya.
Pemotretan ini sangat mengasyikkan karena kita dapat menyimpan berbagai potongan atau adegan alam dalam genggaman tangan.
Akan tetapi, sadarkah kita bahwa yang menurut kita indah untuk difoto sebenarnya sedang bercerita tentang hidup yang tergantung sepenuhnya pada pemeliharaan Allah.
Sama seperti air, berbagai jenis pohon yang ditumbuhkan Allah di padang gurun bukan hanya bicara tentang keindahan.
Tetapi tindakan penyelamatan Allah bagi umat yang berjalan (atau berteduh) di bawahnya dan janji akan kehidupan yang lebih mapan (karena kayunya dapat dipakai untuk membangun rumah).
Jadi, ingatlah bahwa alam di sekitar kita bukan hanya bagus untuk berfoto namun mengandung panggilan untuk memperjuangkan dan memelihara kehidupan yang lebih baik bagi orang sengsara dan miskin. Amin.
Doa: Tuhan, biarlah unsur alam yang ada dalam setiap foto, menjadi pengingat akan panggilan untuk memelihara kehidupan. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow