Pembacaan Alkitab : Matius 28:1-5
TEMA : HARAPAN BARU MARIA MAGDALENA
Harapan baru dari Tuhan ada dan perlu dirasakan semua ciptaan-Nya.
Akan tetapi, malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu, "Janganlah takut, sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. (Ay. 5)
Sobat muda, Maria Magdalena adalah seorang perempuan yang tujuh roh jahat menjadi pahlawan baginya.
Bisakah kita membayangkan, bagaimana kira-kira perasaan Maria Magdalena jika pahlawannya harus mati di kayu salib, sebuah hukuman paling keji dan hina yang dikenal dalam masyarakat saat itu?
Selain duka, ada juga rasa takut dan cemas dalam hati Maria Magdalena. Di tengah masa lalu yang kelam, Maria Magdalena dipilih Tuhan untuk menjadi saksi pertama kebangkitan Yesus, Sang Juruselamat. Menarik bukan?
Ya, Kehadiran Yesus membawa kelegaan bagi yang percaya kepada-Nya. Ia membebaskan banyak orang dari penghakiman sosial yang seringkali menarasikan kemalangan, sakit penyakit, dan kerasukan sebagai "hukuman Tuhan".
Kematian-Nya mungkin terasa seperti momen hening dari semua pembebasan yang terjadi selama kehidupan Yesus.
Momen di mana banyak orang terdiam dan bingung karena Tuhan Yesus tidak lagi hadir di tengah mereka.
Lalu, di tengah keheningan dan kebingungan itu, Maria Magdalena menemukan harapan baru yang jauh melebihi dugaan: Yesus, Sang Pelindung bangkit!
Sobat muda, kita tidak selalu berada di tempat yang nyaman. Terkadang kita diremehkan, dikucilkan, dan tidak dianggap karena kita bukanlah orang-orang yang dianggap kuat atau hebat.
Tak jarang, kita pun memiliki masa lalu yang kelam dan memberi pengaruh hingga kehidupan saat ini.
Namun, ingat dan percayalah bahwa seperti Tuhan Yesus mengasihi, melindungi, dan memulihkan Maria Magdalena, la mengasihi kita semua.
Kebangkitan Yesus tidak bersifat eksklusif dan hanya menyelamatkan orang tertentu, maka kita pun diajak untuk menyambut harapan baru ini dengan cara mengabarkan kisah kasih Yesus dalam kata dan karya kita. Amin.
Doa: Tuhan, terima kasih atas kebangkitan-Mu yang membawa harapan baru. Kiranya kami dapat menggaungkan harapan ini, sama seperti Maria Magdalena. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow