Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Sabtu, 18 April 2026,  Yudas 1:22-23  Belas Kasih Yang Menyelamatkan

Alfianne Lumantow • Kamis, 16 April 2026 - 13:42 WIB
logo gpib
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Yudas 1:22-23

TEMA : BELAS KASIH YANG MENYELAMATKAN

Belas kasihan yang lahir dari iman menuntun orang kembali pada kebenaran

"Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu." (Ay.22)

 

Indonesia penuh dengan kekayaan budaya dan tradisi adat yang diwariskan secara turun-temurun. Di beberapa wilayah, masih ada jemaat yang mengaku percaya pada Tuhan, tetapi persoalan teologis muncul ketika dalam keadaan sakit, kemalangan, mereka mengalami kebingungan dalam menentukan sumber pengharapan.

Di sisi lain, jemaat mengandalkan Tuhan melalui pelayanan gereja atau mencari pertolongan melalui praktik spiritual tradisional.

Situasi seperti ini menunjukkan bahwa jemaat membutuhkan pendampingan iman yang menempatkan Kristus sebagai pusat pengharapan.

 

Dalam bacaan hari ini, Yudas menasihati jemaat agar menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang "ragu-ragu", atau bimbang dalam menentukan pilihan antara mempertahankan iman Kristen atau mengikuti ajaran sesat (Hakh, 2010: 344).

Oleh karena itu, Yudas mengarahkan jemaat untuk menunjukkan belas kasih sebagai dasar tindakan mereka kepada yang mengalami keraguan.

Mereka yang ragu itu rapuh serta mudah dipengaruhi. Yudas mengingatkan bahwa tindakan yang tepat adalah memberikan pendampingan dan bukan kecaman.

Menolong sesama pun membutuhkan hikmat dan dapat dilakukan jika orang percaya hidup menurut perintah dan kebenaran Allah.

Jemaat membutuhkan pendampingan yang berkesinambungan, sehingga mereka percaya bahwa sumber pengharapan dalam menghadapi tantangan hidup adalah berharap pada Yesus Kristus.

 

Tantangan kaum muda baik di kota maupun di desa sangat beragam, seperti praktik tradisi adat, pemikiran modem, serta nilai- nilai dunia yang berbeda dengan ajaran Kristus.

Jika tidak memiliki pemahaman dan pengenalan akan Yesus Kristus, kita dapat terjerumus dan meninggalkan Kristus.

Ingatlah, untuk saling mengingatkan dan merangkul mereka yang mungkin kehilangan arah, sambil tetap berdiri teguh pada kebenaran Firman Tuhan. Biarlah bukan hanya iman kita yang bertahan, tetapi kita juga dapat menjadi berkat bagi sesama. Amin.

 

Doa: Diajar untuk berbelas kasih dengan hikmat dan kebenaran dari Tuhan. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#SABDA BINA PEMUDA #GPIB #Renungan Harian