Pembacaan Alkitab : Kejadian 37:1-4
TEMA : IRI HATI MEMADAMKAN KASIH
"Ketika saudara-saudaranya melihat bahwa ayah mereka lebih mengasihi Yusuf daripada semua saudaranya, mereka pun membencinya... (ay.4)
Perilaku tidak adil dipahami sebagai perlakuan yang tidak seim- bang, tidak proporsional, atau melanggar prinsip keadilan terhadap orang lain sehingga hak, peluang atau martabat mereka tidak dihormati secara layak.
Prilaku ini bisa muncul secara sadar (eksplisit) maupun secara spontan, serta bisa terjadi pada siapa saja termasuk kepada Yusuf juga saudara-saudaranya.
Pada ay. 2 dikatakan, Yakub dengan kedua istrinya Bilha dan Zilpa, memiliki keturunan yaitu, Yusuf dan beberapa anak lainnya.
Namun Yusuf mendapat kasih dan perhatian lebih dari Yakub dibandingkan saudara-saudara lainnya. Inilah yang membuka pintu kecemburuan, rasa tidak nyaman dan konflik.
Sepintas, perasaan iri hati saudara- saudara Yusuf amatlah wajar, karena tidak seorang pun yang mau diperlakukan tidak adil.
Kehidupan dalam kasih persaudaraan yang seharusnya menjadi perekat anak-anak Yakub, justru dipadamkan oleh iri hati. Dari sana lahirlah kebencian yang menyeret mereka pada tindakan jahat terhadap Yusuf.
Sesungguhnya iri hati tidak pernah menghasilkan kebaikan, tetapi selalu merusak relasi, baik dalam keluarga, jemaat, maupun masyarakat.
Contoh: seseorang mendapat perhatian lebih, promosi jabatan, atau karunia rohani tertentu, sulit bersyukur, akhirnya membiarkan iri hati menutup mata terhadap kasih.
Saat itulah persaudaraan hancur, kasih memudar, dan keadilan terabaikan. Di Tengah situasi yang terjadi Tuhan menyiapkan dan merancang kebaikan.
Kasih sejati tidak akan padam, sebab Tuhan yang hidup meneguhkan keadilan-Nya. Walau Yusuf diperlakukan tidak adil, Allah menyertai, memakai hidupnya untuk menyelamatkan banyak orang. Inilah bukti keadilan Tuhan melampaui niat jahat.
Jadi mengapa harus iri hati? Belajarlah mensyukuri setiap berkat berkat-berkat-Nya, sebab ketika kasih menguasai hati, kita mampu melihat keadilan Allah bekerja.
Keadilan bukan berarti semua mendapat hal yang sama, tetapi setiap orang dihargai dan dikasihi berdasarkan kasih Allah. Amin.
Doa: Terima kasih Tuhan karena Engkau selalu menyertai dalam ke- hidupan kami, dalam kasih kuasa-Mu hingga saat ini. Jauhkan kami dari perilaku iri hati dan kebencian, tetapi biarlah hidup dan perilaku kami dalam kasih sejati yang tidak pernah padam dari pada-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow