Pembacaan Alkitab : Mazmur 119: 65-68
TEMA : EFEK JERA DARI TUHAN
Jangan hanya tahu tentang Yesus. Hiduplah di dalam Dia. Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu. (Ay. 67)
Efek jerk asikologis dari pelaku setelah nggambarkan dampak psikologis dari pelaku kejahatan setelah ia menerima hukuman atas kejahatan yang ia lakukan.
Efek jera menunjukkan tanda-tanda bahwa pelaku kejahatan tidak akan mengulangi prilaku jahat yang sama.
Dalam efek jera, seseorang akan menyadari betapa tidak nyaman dan tidak bebas hidup dalam keadaan terhukum.
Pembacaan Alkitab hari ini menceritakan tentang pengalaman hidup pemazmur. Kehidupan pemazmur rupanya tidak selalu dekat dengan Tuhan.
Ada kalanya pemazmur juga jatuh dalam dosa yang membuat dirinya jauh dari perintah-perintah Tuhan. Kenyataan ini sangatlah manusiawi.
Hanya ada satu manusia yang tidak jatuh ke dalam dosa dan manusia itu juga adalah Tuhan yaitu Yesus Kristus. Setiap manusia pasti pernah tergoda untuk jatuh dalam dosa.
Namun, pemazmur tidak diam dan nyaman dengan dosa karena ia juga merasakan hukuman Tuhan. Pemazmur merasakan penindasan karena ia menyimpang dari Tuhan.
Hukuman Tuhan adalah bentuk keadilan Tuhan bagi mereka yang terus berdosa. Hukuman itu memberikan efek jera kepada pemazmur. Pemazmur sadar bahwa keintiman dengan Tuhan adalah cara untuk merasakan kebaikan Tuhan.
Melalui pembacaan Alkitab ini, kita diajak untuk membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Kita diajarkan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Allah.
Janganlah kita berdiam diri dalam dosa yaitu hidup yang tidak berkenan kepada Tuhan, tetapi koreksi diri kita agar sesuai dengan kehendak Tuhan.
Jika kita berbuat dosa, maka kita tentunya merasakan hukuman Tuhan. Apabila kita sudah merasakan hukuman Tuhan, maka ingatlah untuk bertobat dan berbalik kepada Tuhan.
Ia adalah Tuhan yang penuh dengan pengampunan bagi mereka yang sudah merasakan efek jera dari hukuman-Nya. Amin.
Doa: Tuhan, aku mau bertobat dari semua kesalahanku. Bimbing aku agar aku hidup seturut dengan kehendak-Mu, Tuhan. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow