Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Senin, 27 April 2026, 2 Korintus 5:19  Membayar Utang Yang Tak Terbayar

Alfianne Lumantow • Jumat, 24 April 2026 | 08:34 WIB
logo gpib
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : 2 Korintus 5:19

TEMA : MEMBAYAR UTANG YANG TAK TERBAYAR

Kasih yang menyentuhku dalam gelap dan salah, kini menjelma terang yang kubagikan pada yang telah

Sebab, di dalam Kristus, Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya tanpa memperhitungkan pelanggaran mereka dan Dia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami (ay.19)

 

Sobat Muda, bayangkan jika kita memiliki sejumlah besar utang yang mustahil untuk dibayar. Meskipun kita bekerja seumur hidup dan menjumlahkan seluruh gaji yang didapat, tidak akan cukup untuk membayar utang tersebut.

Bagaimana perasaan kita? Utang yang tidak terkendali akan menimbulkan gangguan emosi dan mental. Gejala kecemasan, keputusasaan, dan depresi dapat bertumbuh dua kali lipat lebih cepat bagi seseorang yang memiliki utang yang tidak terkendali.

 

Bayangkan kembali, ketika kita berada di dalam kondisi tertekan secara emosi dan mental karena utang yang semakin besar dan semakin tidak terkendali, tiba-tiba kita mendapatkan kabar bahwa seluruh utang kita telah lunas dibayar oleh seseorang yang berempati dan berbelas kasih kepada kita. Sekali lagi, bagaimana perasaan kita ketika mendengar kabar itu?

 

Gambaran di atas adalah potret kondisi rohani ketika manusia berseteru dengan Allah. Sejatinya, manusia adalah pihak yang berutang kepada Allah (Rm. 8:12-13).

Pengurbanan Kristus telah menjadi pembebas utang bagi kita. Utang pelanggaran yang mustahil kita selesaikan. Segala jenis kebaikan moral, ketaatan religius, dan amal baik, tidak akan mampu membayar semua utang pelanggaran kita.

Hanya jika kita menyadari betapa besar dan tidak terkendalinya utang pelanggaran kepada Allah, kita dapat menemukan betapa besar dan kokohnya belas kasih Allah.

 

Sobat Muda, dengan kesadaran akan besamya kasih Allah, kini kita dipanggil untuk mewartakan belas kasih Allah itu kepada dunia.

Memang mustahil bagi kita untuk membalas belas kasih Allah, tetapi bukan berarti kita tidak dapat berupaya membalas belas kasih Allah.

Cara terbaik untuk membalas belas kasih Allah adalah dengan mewartakan belas kasih Allah melalui tindakan belas kasih pada sesama. Amin.

 

Doa: Bapa, ajar aku mewartakan belas kasih-Mu kepada sesama. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
#SABDA BINA PEMUDA #GPIB #Renungan Harian