Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Selasa, 5 Mei 2026, Kidung Agung 6:1-3  Setia Kepada Tuhan

Alfianne Lumantow • Kamis, 30 April 2026 | 14:00 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Kidung Agung 6:1-3

TEMA : SETIA KEPADA TUHAN

Kasih setia Tuhan sudah begitu besarnya bagi kita. Apakanh kita sudah bersikap setia pada-Nya?

Penekanan ayat: Aku kepunyaan kekasihku, dan kepunyaanku kekasihku, yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung (Kid. 6:3)

 

Tahukah kamu? Di sepanjang kitab Kidung Agung, tidak ada satu pun penyebutan nama Allah ataupun nama Tuhan di dalamnya.

Tapi apakah artinya penulis tidak melihat atau mengingat kehadiran Tuhan di dalamnya? Tentu saja tidak.

Sebaliknya, lewat cerita cinta kasih antar dua manusia, penulis berusaha menggambarkan keindahan cinta kasih antara Tuhan dan umat-Nya.

 

Banyak penafsir yang melihat bahwa mempelai perempuan adalah gambaran dari sosok umat, yang begitu mencintai Allah, yang di kitab ini digambarkan seperti mempelai laki-laki.

Keduanya terikat dalam rasa saling memiliki dan rasa setia, meskipun saat itu keduanya tidak sedang bersama-sama dan mempelai perempuan baru saja mengalami kemalangan (5:7).

Rasa setia sendiri adalah sesuatu yang kalau kita bandingkan dengan sejarah bangsa Israel, justru jarang mereka miliki.

 

Namun justru inilah yang berusaha penulis ingatkan kepada umat Israel, juga kepada kita umat-Nya di masa kini.

Kadangkala kesetiaan kita kepada Tuhan menjadi sesuatu yang kita anggap bisa ditawar-tawar, sesuai dengan kondisi. Jika menguntungkan kita, makan kita setia.

Sebaliknya jika situasi tidak berpihak pada kita, kita dengan mudah meninggalkan Allah. Kita lebih memilih setia pada hal hal yang nampak menyenangkan, tapi nyatanya mendukakan hati Tuhan.

 

Kita lupa, bahwa baik buruknya kita, kita kepunyaan Allah. Allah menebus kita dengan darah Anak-Nya, bukan karena kelebihan kita, tetapi semata karena Dia mengasihi kita. Hal itu hendaknya kita respons, juga dengan kesetiaan yang utuh, dan tak lekang oleh kondisi.

Kita melakukannya kehendak-Nya, serta menjauhi apa yang tidak berkenan di hadapan-Nya, bukan karena kita mengharapkan imbalan. Tetapi sebaliknya, kita melakukannya karena kita sudah tahu sedemikian besar kasih setia-Nya pada kita. Amin.

 

Doa: Tuhan, ajarlah aku setia kepada-Mu, sebagai wujud syukur dan cinta kasihku pada-Mu. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#SABDA BINA PEMUDA #GPIB #Renungan Harian