Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 6 Mei 2026,  Kidung Agung 7:1-5  Keindahan Cinta Tuhan

Alfianne Lumantow • Senin, 4 Mei 2026 | 13:17 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Kidung Agung 7:1-5

TEMA : KEINDAHAN CINTA TUHAN

Kita indah karena Dia yang cipta, kita cukup karena kita adalah karya-Nya. Cantik sebagai ciptaan-Nya.

Kepalamu seperti bukit Karmel, rambut kepalamu merah lembayung; seorang raja tertawan dalam kepang-kepangnya (Kid. 7:5)

Tahun lalu, barva kauli kayu berjudul Garam atau Madu. Jika orang membayangkan liriknya begitu saja, tentu akan terasa aneh menyamakan kekasih dengan madu dan saingannya dengan garam.

Namun, itulah bagian dari ekspresi cinta. Kita biasanya mengenal hal itu sebagai metafor. Yaitu kata-kata yang digunakan sebagai gambaran akan suatu makna yang lebih besar, daripada makna sesungguhnya.

 

Hal itu juga bisa kita lihat dalam bacaan kita hari ini. Hampir setengah dari isi kitab Kidung Agung adalah metafora dan bukan gambaran sesungguhnya.

Bayangkan saja seperti apa bantanehnya, seorang perempuan yang di rambutnya tertawan seorang raja. Tapi itulah metafora, dia ada untuk menggambarkan suatu makna yang lebih dalam.

Metafora ini adalah gambar tentang keindahan cinta Tuhan kepada kita, umat-Nya.

 

Tuhan yang digambarkan sebagai mempelai pria, melihat sang mempelai perempuan sebagai kecintaan dan begitu indah. Begitupun dengan kita di mata Tuhan.

Kita mungkin punya banyak kekurangan ataupun kesalahan, tetapi bagi Allah kita adalah ciptaan yang istimewa. Begitu istimewa sehingga Allah mengaruniakan Anak-Nya untuk menyelamatkan kita.

Sehingga, kita boleh semakin merasakan indahnya cinta kasih Tuhan.

 

Cara Allah yang melihat kita begitu indah, harusnya juga kita terapkan ketika kita memandang diri kita sendiri. Kita sering kali merasa insecure dan tidak berharga karena kekurangan atau kesalahan kita.

Namun ingatlah, di mata Tuhan kita begitu berharga dan begitu indah. Keindahan itulah yang mesti kita pancarkan, dengan sikap percaya diri dalam melakukan apa yang benar dan apa yang berkenan bagi Tuhan.

Jadi selama kita terus hidup setia di dalam Tuhan, keindahan yang Tuhan lihat dalam diri kita akan semakin nampak nyata. Amin.

 

Doa: Tuhan, ajarlah aku untuk dapat melihat keindahan cinta-Mu dan rancangan- Mu dalam hidupku dengan melakukan kehendak-Mu. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#SABDA BINA PEMUDA #GPIB #Renungan Harian