Pembacaan Alkitab : Kidung Agung 7:11-13
TEMA : UMAT BERJALAN BERSMA KRISTUS
“Mari, kita pergi pagi-pagi ke kebun anggur dan melihat apakah pokok anggur sudah bersemi (ay. 12a)
Apa yang terlintas di benak saudara tentang berjalan bersama? Apakah berangkat kerja dan sampai tujuan bersama, tidak ada yang tertinggal alias kompak?
Jika di telah, berjalan bersama tidak sekedar janji berangkat dari satu titik yang sama, dan siapa yang tiba duluan menunggu yang tertinggal.
Melainkan menunjuk pada sebuah proses yang di dalamnya ada saling memperhatikan, bukan sekadar seiring berjalan. Tetapi menuntut kesabaran , tetapi melangkah meski jalan tidak selalu rata dan mulus.
Seorang pemimpin tidak berdiri di depan untuk ditinggikan, tetapi di tengah sambil mendengarkan. Ia membangun kepercayaan, rasa memiliki, dan tanggung jawab bersama.
Dua kekasih ini menjalin kebersamaan seperti itu. Bahkan, cinta kasih mereka berjalan bersama melampaui sekadar menjalin persahabatan. Bercinta di kebun anggur diawali oleh ajakan mempelai perempuan (ay. 12).
Perhatikan, kedua kekasih berangkat dari titik atau tempat tinggal berbeda menuju titik yang sama, yakni kebun anggur. Mereka berangkat dari dari pergumulan dan suasana lingkungan berbeda.
Namun, menarik di syair cinta ini memakai kata “kita.“ Sang gadis tidak berkata, “Äku mau bangun pagi-pagi dan bertemumu di kebun anggur.”
Kata “kita”ini menunjukkan hilangnya ëgo”masing-masing saat memahami dan menghayati kebersamaan. Hal ini bias terjadi hanya di dasarkan adanya “cinta kasih”di antara keduannya.
Berjalan bersama juga menggambarkan relasi Allah dan manusia. Allah tidak sekadar menunjukkan arah, tetapi hadir dan menyertai umat-Nya.
Nas ini mengajak kita bukan hanya menjadi umat yang mengenal Yesus secara idealis, melainkan hidup bersekutu intim dan nyata dengan Kristus yang bangkit.
Maka, bagi kita kini, iman bukan lagi sekedar tujuan akhir, yaitu keselamatan kekal , melaikan perjalanan sehari-hari bersama Tuhan dan sesama.
Doa : Bapa di surga pimpinlah kami agar dapat berslan bersama dengan sesame berdasarkan kasih dan kehendak-Mu. Amin
Editor : Alfianne Lumantow