Pembacaan Alkitab : 2 Samuel 10:15-19
Tema : SELESAIKAN MASALAHMU SATU DEMI SATU
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Dalam kehidupan ini, kita sering mendengar nasihat seperti ini: “Jangan cari masalah.” Nasihat ini memang baik, bahkan bijaksana. Tidak ada orang yang dengan sengaja ingin hidupnya penuh dengan masalah. Semua orang tentu ingin hidup tenang, damai, dan tanpa beban.
Namun kenyataannya, hidup tidak pernah lepas dari masalah. Masalah adalah bagian dari kehidupan. Sejak kita bangun pagi hingga kembali beristirahat di malam hari, selalu ada saja hal-hal yang bisa menjadi persoalan.
Ada masalah kecil, ada juga yang besar. Ada yang bisa segera diselesaikan, ada pula yang membutuhkan waktu dan proses panjang.
Jika demikian, maka yang terpenting bukanlah menghindari masalah, tetapi bagaimana kita menyikapi dan menyelesaikannya.
Firman Tuhan hari ini memberikan kita pelajaran berharga melalui kisah Raja Daud dalam menghadapi ancaman dari bangsa Aram.
Dalam 2 Samuel 10:15-19, kita melihat bahwa setelah bangsa Aram mengalami kekalahan, mereka tidak menyerah begitu saja. Mereka justru mengumpulkan kekuatan baru. Mereka bersatu dan datang kembali untuk melawan Israel, kali ini di bawah pimpinan Sobakh, panglima perang Hadadezer.
Artinya, masalah yang dihadapi Israel tidak selesai dalam satu tahap. Masalah itu datang kembali, bahkan dengan kekuatan yang lebih besar.
Saudara-saudari, Bukankah ini juga sering terjadi dalam hidup kita? Kita merasa sudah menyelesaikan satu masalah, tetapi kemudian muncul masalah lain.
Bahkan kadang masalah yang sama datang kembali dengan bentuk yang lebih berat. Hal ini bisa membuat kita lelah, putus asa, bahkan merasa ingin menyerah.
Namun perhatikan sikap Daud. Ketika ia mendengar ancaman itu, ia tidak mengabaikannya. Ia tidak menunda-nunda. Ia tidak berkata, “Nanti saja kita pikirkan.” Sebaliknya, Daud segera bertindak.
Ia mengumpulkan seluruh orang Israel, menyeberangi sungai Yordan, dan menghadapi musuh itu secara langsung.
Daud memilih untuk menghadapi masalah, bukan menghindarinya. Dan hasilnya? Tuhan memberikan kemenangan. Bangsa Aram dikalahkan, dan akhirnya raja-raja yang sebelumnya tunduk kepada Hadadezer memilih berdamai dengan Israel.
Saudara-saudari, Dari kisah ini, kita belajar bahwa masalah harus diselesaikan, bukan dihindari. Dan lebih dari itu, masalah perlu diselesaikan satu demi satu.
Mengapa demikian? Karena jika kita menumpuk masalah tanpa menyelesaikannya, masalah itu akan menjadi beban yang semakin berat. Seperti hutang yang tidak dibayar, semakin lama akan semakin menumpuk dan semakin sulit diselesaikan.
Karena itu, firman Tuhan hari ini mengajarkan kita prinsip yang sederhana tetapi sangat penting, yaitu menyelesaikan masalah satu demi satu dengan sikap yang benar.
Dalam perenungan kita, disebutkan prinsip 3M yang sangat praktis untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, Mulailah dari mengoreksi diri sendiri.
Sering kali ketika masalah terjadi, kita langsung menyalahkan orang lain. Kita merasa diri kita benar dan orang lain yang salah. Padahal, belum tentu demikian.
Sebagai orang percaya, kita diajak untuk introspeksi diri. Tanyakan pada diri sendiri: apakah ada sikap, perkataan, atau tindakan kita yang menjadi penyebab masalah itu? Kerendahan hati untuk mengoreksi diri adalah langkah awal menuju penyelesaian masalah.
Kedua, Mulailah dari hal-hal sederhana.
Tidak semua masalah harus diselesaikan dengan cara yang rumit. Kadang solusi sederhana justru lebih efektif.
Misalnya, jika kita berselisih dengan seseorang, mungkin yang dibutuhkan hanyalah komunikasi yang baik, permintaan maaf yang tulus, atau sikap yang lebih terbuka.
Jangan mempersulit sesuatu yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan langkah sederhana.
Ketiga, Mulailah dari sekarang, jangan ditunda.
Menunda penyelesaian masalah adalah kebiasaan yang sangat berbahaya. Semakin lama kita menunda, semakin besar kemungkinan masalah itu berkembang menjadi lebih rumit.
Daud tidak menunda. Ia segera bertindak ketika mengetahui ancaman yang ada.
Demikian juga kita. Jika ada masalah, selesaikanlah sekarang. Jangan menunggu sampai semuanya menjadi lebih sulit.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Ada satu hal penting yang juga perlu kita ingat: dalam setiap proses penyelesaian masalah, kita tidak berjalan sendiri. Tuhan hadir bersama kita.
Daud tidak hanya mengandalkan kekuatan tentaranya, tetapi juga mengandalkan Tuhan. Dan Tuhanlah yang memberikan kemenangan.
Demikian juga dalam hidup kita. Kita boleh berusaha, kita boleh berjuang, tetapi kita harus tetap mengandalkan Tuhan.
Tanpa Tuhan, kita akan mudah lelah. Tanpa Tuhan, kita bisa kehilangan arah. Tetapi bersama Tuhan, kita akan menemukan kekuatan dan jalan keluar.
Saudara-saudari, Hari ini mari kita merenungkan: Apakah ada masalah dalam hidup kita yang belum diselesaikan? Apakah kita sedang menunda-nunda penyelesaian masalah? Apakah kita lebih suka menyalahkan orang lain daripada mengoreksi diri sendiri?
Jika ya, maka firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk berubah. Mulailah dari diri sendiri.
Mulailah dari hal kecil. Mulailah dari sekarang. Dan yang terpenting, libatkan Tuhan dalam setiap langkah kita.
Jangan takut menghadapi masalah. Masalah bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk membentuk kita menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih kuat dalam iman.
Seperti Daud, mari kita hadapi setiap masalah dengan keberanian, dengan hikmat, dan dengan iman kepada Tuhan. Selesaikanlah masalahmu satu demi satu.
Dan percayalah, bersama Tuhan, tidak ada masalah yang terlalu besar untuk diselesaikan. Kiranya firman Tuhan ini menolong dan menguatkan kita semua. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Doa : Tuhan yang penuh kasih, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Ajarlah kami berani menghadapi dan menyelesaikan setiap masalah dengan bijaksana. Tuntun kami untuk mengoreksi diri, bertindak dengan tepat, dan tidak menunda kebaikan. Sertai kami selalu agar kuat dan setia berjalan bersama-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa, Amin.
Editor : Alfianne Lumantow