Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Selasa, 28 Juli 2026, 1 Yohanes 2:18-21  Bertahan Denga Iman Agar Tidak Tergoyahkan

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 13:42 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

PEMBACAAN ALKITAB: 1 Yohanes 2:18-21
TEMA: BERTAHAN DENGAN IMAN AGAR TIDAK TERGOYAHKAN

Shalom, pemuda yang dikasihi Tuhan. Setiap orang pasti menginginkan kehidupan yang tenang, penuh sukacita, dan tanpa masalah. Namun kenyataannya, hidup tidak pernah lepas dari tantangan. Sebagai pemuda, kita menghadapi begitu banyak tekanan.

Ada tekanan dalam sekolah atau kuliah, persaingan di dunia kerja, pergumulan dalam keluarga, hubungan dengan teman atau pasangan, bahkan tantangan dalam pelayanan. Tidak sedikit anak muda yang awalnya begitu bersemangat mengikut Tuhan, tetapi perlahan-lahan menjadi jauh dari Tuhan karena berbagai tekanan hidup.

Yang perlu kita sadari adalah bahwa iman sering kali tidak runtuh karena satu masalah besar. Justru iman lebih sering melemah karena hal-hal kecil yang dibiarkan terus-menerus. Misalnya mulai malas berdoa, jarang membaca Alkitab, merasa ibadah tidak lagi penting, lebih memilih kesibukan daripada Tuhan, atau mulai mendengarkan suara-suara yang meragukan iman. Semua itu datang perlahan, tetapi akhirnya mampu menggoyahkan kehidupan rohani seseorang.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita melalui 1 Yohanes 2:18-21 tentang pentingnya bertahan dalam iman.

Rasul Yohanes berkata bahwa pada akhir zaman akan muncul banyak "antikristus". Istilah ini bukan hanya menunjuk kepada satu pribadi tertentu, tetapi kepada setiap orang yang menolak Kristus dan berusaha menjauhkan orang lain dari Kristus.

Yang mengejutkan adalah orang-orang ini sebelumnya merupakan bagian dari persekutuan orang percaya. Mereka pernah berjalan bersama, beribadah bersama, bahkan mungkin melayani bersama. Namun kemudian mereka meninggalkan Kristus dan berusaha menarik orang lain untuk ikut meninggalkan iman.

Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa ancaman terhadap iman tidak selalu datang dari luar gereja. Kadang justru datang dari orang-orang yang pernah dekat dengan kita. Bisa saja seorang teman berkata, "Tidak usah terlalu fanatik ikut Tuhan."

Ada yang berkata, "Hidup sekali, nikmati saja. Tidak perlu terlalu serius dengan gereja." Bahkan media sosial hari ini dipenuhi dengan berbagai konten yang meragukan kebenaran Firman Tuhan, mengejek iman Kristen, atau mengajarkan nilai-nilai yang bertentangan dengan kehendak Allah.

Kalau kita tidak memiliki dasar iman yang kuat, perlahan-lahan kita bisa mulai mempertanyakan iman kita sendiri. Awalnya hanya mendengar, lalu mulai percaya, kemudian mengikuti, dan akhirnya meninggalkan Tuhan. Itulah sebabnya Yohanes menulis surat ini sebagai peringatan sekaligus penguatan bagi jemaat.

Namun di tengah peringatan itu, Yohanes juga memberikan penghiburan yang luar biasa. Pada ayat 20 ia berkata bahwa orang percaya telah menerima pengurapan dari Yang Kudus sehingga mereka mengenal kebenaran. Kemudian pada ayat 21 Yohanes berkata:

"Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran."

Artinya, Tuhan tidak membiarkan anak-anak-Nya berjalan sendirian. Tuhan memberikan Roh Kudus yang menolong kita mengenali mana yang benar dan mana yang salah. Roh Kudus bekerja melalui Firman Tuhan, suara hati yang dipimpin Tuhan, nasihat orang-orang percaya, dan kehidupan persekutuan untuk menjaga kita tetap berada di jalan yang benar.

Namun kita juga memiliki tanggung jawab. Hikmat yang Tuhan berikan harus terus dipelihara. Sama seperti seseorang yang memiliki kompas tetapi tidak pernah melihatnya, ia tetap bisa tersesat. Demikian pula kita. Tuhan sudah memberikan Firman-Nya sebagai penuntun hidup, tetapi jika kita jarang membacanya, bagaimana kita bisa membedakan kebenaran dan kepalsuan?

Pemuda yang dikasihi Tuhan, Kita hidup di zaman yang menawarkan begitu banyak pilihan. Tidak semua yang terlihat menarik berasal dari Tuhan. Tidak semua yang sedang viral adalah benar. Tidak semua pendapat yang banyak disukai orang sesuai dengan Firman Tuhan.

Dunia mengajarkan bahwa kebenaran bersifat relatif, bahwa setiap orang bebas menentukan kebenarannya sendiri. Tetapi Firman Tuhan mengatakan bahwa kebenaran hanya berasal dari Allah, dan tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.

Karena itu, kita perlu terus menguji segala sesuatu berdasarkan Firman Tuhan. Jangan mudah percaya hanya karena yang berbicara terkenal, pintar, atau memiliki banyak pengikut. Ukurlah semuanya dengan Firman Tuhan.

Lalu bagaimana kita dapat bertahan agar iman tidak tergoyahkan?

Pertama, tetaplah berakar dalam Kristus.

Pohon yang akarnya kuat akan tetap berdiri sekalipun diterpa angin kencang. Sebaliknya, pohon yang akarnya dangkal akan mudah tumbang. Demikian pula kehidupan rohani kita. Hubungan pribadi dengan Kristus harus menjadi prioritas utama. Luangkan waktu setiap hari untuk berdoa, membaca Firman Tuhan, dan membangun keintiman dengan-Nya. Jangan hanya mencari Tuhan ketika menghadapi masalah, tetapi hiduplah bersama Tuhan setiap hari.

Kedua, tetaplah berada dalam persekutuan yang sehat.

Iblis senang ketika seseorang mulai menjauh dari komunitas orang percaya. Ketika kita mulai jarang beribadah, enggan mengikuti kelompok kecil, atau menarik diri dari pelayanan, kita menjadi lebih mudah diserang. Sebaliknya, ketika kita hidup dalam komunitas yang saling mendoakan, saling mengingatkan, dan saling menguatkan, iman kita akan bertumbuh. Tuhan memakai sesama orang percaya untuk menjaga kita tetap setia.

Ketiga, peka terhadap suara Roh Kudus.

Sering kali Roh Kudus mengingatkan kita ketika kita mulai mengambil keputusan yang salah. Hati menjadi tidak tenang, Firman Tuhan mengingatkan kita, atau ada nasihat dari pemimpin rohani yang menegur kita. Jangan mengabaikan suara Roh Kudus. Belajarlah taat, meskipun terkadang apa yang Tuhan minta tidak sesuai dengan keinginan kita.

Keempat, jangan menyerah ketika menghadapi ujian.

Iman yang kuat bukanlah iman yang tidak pernah menghadapi masalah, melainkan iman yang tetap percaya kepada Tuhan di tengah masalah. Tuhan tidak pernah menjanjikan hidup tanpa tantangan, tetapi Tuhan berjanji menyertai setiap langkah kita. Justru melalui ujian, iman kita dimurnikan sehingga menjadi semakin dewasa.

Pemuda yang dikasihi Tuhan, Mungkin hari ini ada di antara kita yang sedang merasa lelah. Ada yang mulai kehilangan semangat beribadah. Ada yang mulai mempertanyakan kasih Tuhan karena doa belum dijawab. Ada yang mulai tergoda mengikuti jalan dunia karena tampaknya lebih mudah dan lebih menyenangkan.

Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk tetap bertahan. Jangan menyerah. Jangan meninggalkan Kristus hanya karena tekanan hidup. Tetaplah percaya kepada-Nya, sebab Dia setia memegang hidup kita.

Ingatlah bahwa kemenangan bukan diberikan kepada mereka yang memulai dengan baik saja, tetapi kepada mereka yang tetap setia sampai akhir. Tuhan mencari anak-anak muda yang bukan hanya berani mengaku percaya kepada Kristus, tetapi juga bertahan dalam iman ketika dunia menawarkan jalan yang berbeda.

Kiranya Roh Kudus terus memimpin setiap langkah kita, memberi hikmat untuk membedakan yang benar dan yang salah, menguatkan ketika kita lemah, dan menjaga kita tetap berakar di dalam Kristus. Dengan demikian, apa pun tantangan yang datang, kita tidak akan mudah tergoyahkan karena hidup kita berdiri di atas dasar yang kokoh, yaitu Yesus Kristus. Amin.

 

Doa : Ya Bapa di surga, terima kasih atas Firman-Mu yang telah menguatkan kami. Tolong kami tetap setia, teguh dalam iman, dan mampu membedakan yang benar dari yang salah. Pimpin setiap langkah kami dengan Roh Kudus agar kami tidak mudah tergoyahkan. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
SABDA BINA PEMUDA GPIB Renungan Harian