BOGOR - Ujian sesungguhnya tim nasional (timnas) di Piala AFF 2026 akhirnya datang. Malam ini di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, tim asuhan John Herdman tersebut bakal menghadapi juara bertahan Vietnam. Kemenangan akan membawa Garuda lolos ke semifinal. Namun, bagi Herdman, duel yang dimulai pukul 20.30 itu tetap menjadi bagian dari proses yang harus dilalui tim untuk terus berkembang sepanjang turnamen. tetap menjadi bagian dari proses yang harus dilalui tim untuk terus berkembang sepanjang turnamen.
Menurut pelatih asal Inggris itu, dua laga awal telah memberikan pengalaman yang berbeda bagi skuad Garuda. Laga melawan Kamboja menjadi ujian menghadapi ekspektasi tinggi publik sendiri. Sementara itu, duel kontra Timor Leste memberikan tantangan berbeda karena dimainkan di kandang lawan tanpa atmosfer penonton. Situasi pertandingan juga berubah sejak lawan kehilangan satu pemain akibat kartu merah.
"Kami tetap berpegang pada identitas permainan sendiri dan mampu memaksa kan gaya bermain Indonesia kepada Vietnam. Kami tidak bisa mengontrol apa yang mereka lakukan," katanya, dalam jumpa pers tadi malam. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas pertanyaan mengenai reputasi Vietnam yang kerap memainkan laga dengan gaya keras hingga menjurus kasar. Herdman tidak ingin para pemainnya terjebak. Fokusnya hanya satu, yakni menjaga identitas permainan dan merespons setiap situasi dengan kepala dingin.
Baca Juga: Debut Sempurna Mitchell Bakker
Peran VAR
Bek tengah Rizky Ridho juga menilai, situasi kini sudah berbeda. Kehadiran Video Assistant Referee (VAR) diyakini membuat kedua tim lebih berhati-hati dalam bertindak. "Mungkin hal-hal yang pernah mereka lakukan beberapa tahun lalu tidak akan dilakukan lagi karena sekarang ada VAR," ucap Ridho.
Sementara itu, Vietnam datang ke Bogor dengan pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya beres. Hasil imbang tanpa gol melawan Singapura membuat pelatih Kim Sang-sik langsung mengevaluasi efektivitas lini serangnya. Meski puas dengan organisasi permainan timnya, pelatih asal Korea Selatan itu mengakui, penyelesaian akhir menjadi aspek yang harus segera dibenahi.
Editor : Pratama KaramoySumber : Koran Jawa Pos