BANYUWANGI - Proyek peningkatan kapasitas dermaga di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk dimulai. Targetnya, seluruh tahap pekerjaan tuntas sebelum memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dalam proyek ini, jenis pekerjaan yang dilakukan disesuaikan dengan kebutuhan di tiap pelabuhan. Di Ketapang, Banyuwangi, pekerjaan yang dilakukan berupa peningkatan kapasitas dermaga ponton.
Sedangkan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, peningkatan dilakukan pada dermaga MB (movable bridge) 2. "Dermaga yang sebelumnya hanya mampu melayani kapal dengan kapasitas 30 ton akan ditingkatkan menjadi 50 ton," kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Arief Eko Kurniansjah.
Baca Juga: Gapki: Serapan B50 Gerus Ekspor CPO
Peningkatan kapasitas dermaga MB 2 di Gilimanuk menjadi pekerjaan pertama yang dikerjakan. Pengerjaan tersebut ditargetkan tuntas sebelum momentum Nataru mendatang. "Kami upayakan yang di sisi Gilimanuk sudah bisa dipakai," katanya.
Sedangkan secara keseluruhan, ASDP menargetkan seluruh pekerjaan dalam proyek tersebut selesai sebelum musim libur Lebaran 2027. Dengan tambahan kapasitas tersebut, antrean kendaraan logistik saat musim mudik diharapkan tidak lagi terpusat di satu atau dua dermaga saja. Dengan begitu, antrean kendaraan dapat diurai. (fre/sgt/ris)
Editor : Pratama KaramoySumber : Koran Jawa Pos