Pembacaan Alkitab: Yohanes 12:9-11
Tema: Hidup Yang Menjadi Kesaksian
Ayat kunci: “Sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.” Yohanes 12:11
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Ada orang yang tidak banyak berbicara, tetapi hidupnya berbicara sangat kuat. Ada kesaksian yang tidak disampaikan dari mimbar, tetapi terlihat dari cara seseorang menjalani kehidupannya.
Kejujuran, kesabaran, pengampunan, kesetiaan, dan perubahan hidup dapat menjadi kesaksian yang jauh lebih kuat daripada kata-kata. Hal inilah yang kita lihat dalam diri Lazarus.
Dalam Yohanes 12, Lazarus baru saja dibangkitkan oleh Yesus. Peristiwa itu menjadi perhatian banyak orang. Mereka datang bukan hanya untuk melihat Yesus, tetapi juga untuk melihat Lazarus, orang yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Kehadiran Lazarus menjadi bukti nyata bahwa kuasa Yesus bukan sekadar perkataan. Ia berkuasa atas maut.
Namun, menariknya, Lazarus tidak tercatat berkhotbah panjang. Ia tidak memberikan pembelaan diri. Ia hanya hadir sebagai seorang yang telah mengalami pekerjaan Tuhan. Tetapi kehadirannya sudah menjadi kesaksian.
Yohanes 12:11 berkata, “Sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.” Artinya, kehidupan Lazarus membuat orang melihat kepada Yesus.
Saudara-saudari, Inilah panggilan kita sebagai orang percaya: hidup sedemikian rupa sehingga orang lain dapat melihat pekerjaan Kristus melalui kehidupan kita.
Lazarus adalah semacam “kesaksian hidup” tentang anugerah Tuhan. Ia tidak menghidupkan dirinya sendiri. Yesuslah yang membangkitkannya. Karena itu, hidup Lazarus menjadi kesaksian tentang kuasa dan kasih karunia Kristus. Demikian juga dengan kita. Perubahan yang terjadi dalam diri kita bukan pertama-tama karena kehebatan kita, melainkan karena pekerjaan Tuhan.
Dulu mungkin kita mudah marah, tetapi sekarang belajar mengampuni. Dulu kita hidup dengan kebiasaan yang tidak benar, tetapi sekarang belajar meninggalkannya. Dulu kita mungkin tidak jujur, tetapi sekarang memilih berkata benar sekalipun ada risiko. Dulu kita hidup hanya untuk diri sendiri, tetapi sekarang belajar peduli dan melayani sesama.
Semua perubahan itu seharusnya membuat orang bertanya: “Apa yang membuat dia berubah?” Dan jawaban kita adalah: “Yesus.”
Namun, kita juga perlu menyadari bahwa tidak semua orang akan senang melihat perubahan hidup kita.
Dalam kisah ini, imam-imam kepala bahkan merencanakan untuk membunuh Lazarus. Mengapa? Karena banyak orang meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus karena Lazarus. Kehidupan Lazarus menjadi ancaman bagi kepentingan mereka.
Hal yang sama dapat terjadi dalam kehidupan kita. Mungkin ketika kita berhenti bergosip, ada yang berkata, “Kenapa sekarang sok suci?” Ketika kita mulai bekerja dengan jujur, mungkin ada yang mengejek, “Kenapa terlalu idealis?” Ketika kita menolak melakukan sesuatu yang salah, mungkin kita dianggap aneh. Jangan heran.
Kadang-kadang, hidup yang benar justru membuat ketidakbenaran di sekitar kita semakin terlihat. Kejujuran kita dapat mengganggu orang yang terbiasa berbohong. Kesetiaan kita dapat mengganggu orang yang terbiasa berkhianat. Pengampunan kita dapat membuat orang lain sadar bahwa mereka masih menyimpan kepahitan.
Tetapi jangan berhenti menjadi terang hanya karena terang itu membuat orang lain tidak nyaman.
Saudara-saudari, Dunia tidak selalu membutuhkan orang Kristen yang pandai berbicara tentang Yesus, tetapi dunia membutuhkan orang Kristen yang kehidupannya menunjukkan siapa Yesus.
Di rumah, jadilah kesaksian melalui kasih dan kesabaran. Di tempat kerja, jadilah kesaksian melalui kejujuran dan tanggung jawab. Di tengah masyarakat, jadilah kesaksian melalui kepedulian. Di tengah konflik, jadilah kesaksian melalui pengampunan. Dan ketika menghadapi penderitaan, tetaplah percaya kepada Tuhan.
Kita mungkin tidak selalu bisa berkhotbah kepada orang lain, tetapi kita selalu sedang “berkhotbah” melalui kehidupan kita.
Lazarus tidak perlu banyak berkata-kata. Hidupnya sudah menjadi bukti bahwa Yesus berkuasa. Kiranya demikian juga dengan kita. Biarlah orang melihat kehidupan kita dan akhirnya tidak berhenti pada diri kita, tetapi diarahkan kepada Kristus.
Jangan biarkan dunia membungkam kesaksian tentang pekerjaan Tuhan dalam hidup kita. Teruslah hidup dalam kasih karunia, teruslah setia, dan teruslah menjadi terang.
Pertanyaannya bagi kita hari ini: Apakah orang-orang di rumah, di tempat kerja, dan di lingkungan kita dapat melihat sesuatu dari Yesus melalui kehidupan kita?
Kiranya ketika mereka melihat kita, mereka bukan hanya melihat manusia yang sedang berusaha menjadi baik, tetapi melihat karya Kristus yang mengubahkan hidup.
Hiduplah menjadi kesaksian. Bukan supaya orang memuji kita, tetapi supaya melalui hidup kita semakin banyak orang mengenal dan percaya kepada Yesus. Amin.
Doa : Tuhan Yesus yang penuh kasih, terima kasih atas firman-Mu. Mampukan kami menjadi kesaksian melalui perkataan, sikap, dan perbuatan kami. Tolong kami tetap setia dan berani hidup benar, sehingga melalui kehidupan kami, semakin banyak orang mengenal dan percaya kepada-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow