Pembacaan Alkitab : Ibrani 1 : 7-12
TEMA : TERANG YANG MEMULIHKAN
Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada... (ay.11)
Jangan berlindung di balik alasan sibuk bila tidak ada satu pun langkah nyata yang dapat diambil. Penundaan rohani membuat hati mudah kompromi dan kehilangan kepekaan.
Relasi yang seharusnya dipulihkan malah dibiarkan membeku tanpa usaha. Gereja tidak dipanggil menjadi penonton yang aman.
Gereja hadir untuk memulihkan, menyatakan terang, dan menolak ketidakadilan sejak awal.
Penulis Ibrani menegaskan bahwa Yesus lebih tinggi dari semua yang tampak kuat.
Para malaikat bergerak seperti angin, tetapi Anak memegang pemerintahan yang tidak akan runtuh. Tongkat- Nya adalah kebenaran yang tidak bisa dinegosiasikan.
Dia bukan hanya berkuasa, Dia juga adil dalam setiap keputusan. Karena itu gereja wajib berdiri di pihak yang benar, bukan di pihak yang nyaman.
Sang Pencipta tetap sama ketika ciptaan berubah dan memudar. Itu berarti kasih karunia-Nya mampu menjangkau rumah yang lelah oleh salah paham, menata ulang arah hidup, dan menyalakan kembali harapan yang hampir padam.
Allah tidak membiarkan umat-Nya berjalan tanpa tujuan. Dia memimpin dengan terang supaya umat-Nya menjadi terang di tengah dunia yang kacau dan kehilangan arah.
Mulai dengan satu percakapan jujur. Minta maaf bila salah tanpa menunda. Dengarkan tanpa memotong atau membela diri.
Beri pengampunan sebelum hari berlalu. Lalu ambil langkah untuk menolong orang yang tertindas dan gunakan waktu, uang, serta tenaga dengan bijak.
Ketaatan harus bergerak hari ini dengan keputusan yang tegas. Kita dipanggil membawa pemulihan di rumah, keteguhan di ruang publik, dan terang di tengah kegelapan.
Saat Kristus memerintah, hidup tidak boleh berhenti pada wacana kosong. Kita bergerak, dan dari gerak itu orang lain melihat Raja yang adil dan penuh kasih. Amin.
Doa: Tuhan, arahkan langkah kami, teguhkan keberanian kami, dan jadikan hidup kami saluran terang-Mu bagi banyak orang. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow