Pembacaan Alkitab : Ibrani 1: 13-14
TEMA : PELAYAN YANG DIUTUS
Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang akan mewarisi keselamatan? (ay.14)
Jangan menutup hari dengan pembenaran yang rapi saat hati masih keras dan pahit. Ada kata yang melukai, kesempatan yang dilewatkan, dan reaksi yang terlalu cepat membela diri.
Jika itu terus ditoleransi, kepekaan akan memudar dan kebenaran terasa biasa. Tuhan tidak membentuk umat-Nya untuk hidup dalam kompromi yang halus tetapi berbahaya.
Penulis Ibrani menegaskan bahwa Yesus tidak sejajar dengan siapa pun. Para malaikat bergerak cepat dan penuh kuasa, tetapi tetap pelayan yang diutus.
Anak memerintah di takhta yang kekal, dan tongkat-Nya adalah kebenaran yang tidak bisa digeser. Di sana terlihat karakter Allah yang adil dan teguh.
Gereja tidak diberi ruang untuk netral. Gereja dipanggil hadir membawa terang yang nyata dan keadilan yang berani.
Dia adalah Pencipta yang meletakkan dasar bumi dan tetap sama saat ciptaan berubah seperti pakaian usang.
Tidak ada musim yang mengubah hati-Nya. Karena itu arah hidup tidak perlu kabur.
Gereja diutus untuk memulihkan relasi yang dingin, mengangkat yang tersisih, merawat ciptaan dengan tanggung jawab, dan berdiri di sisi yang benar walau ada tekanan.
Sebelum beristirahat, periksa hatimu dengan jujur. Hubungi orang yang perlu dijangkau. Akui kesalahan tanpa menunda.
Ambil keputusan yang sudah jelas. Berikan pertolongan yang ada dalam jangkauan. Jangan menunggu waktu yang lebih nyaman.
Ketaatan yang sederhana sering membuka jalan bagi pemulihan yang besar. Kristus memerintah dan umat-Nya diutus berjalan di bawah otoritas-Nya.
Pertolongan tidak berhenti bekerja, bahkan saat langkah terasa kecil. Hidup ini memiliki arah yang pasti.
Di tangan Tuhan, satu tindakan benar dapat menyalakan terang bagi banyak orang dan memulai perubahan yang tidak terlihat sebelumnya. Amin.
Doa: Bapa, berikan hati yang taat, tangan yang siap menolong, dan keberanian untuk hidup benar di dalam Kristus. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow