Pembacaan Alkitab : Amos 3:3-8
TEMA : DENGARKAN FIRMAN-NYA DAN BERTINDAK TUHAN ALLAH
telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat" (ay.8b)
Dalam kunjungan ke komunitas Sunda Wiwitan di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat, saya terkesan oleh kearifan lokal masyarakat Sunda "Hidup bari cicing jeung seuri", yang berarti menjalani hidup dengan "diam" untuk terus mencari hikmat Tuhan dan tertawa penuh syukur.
Perjalanan hidup tidak selamanya indah; pergumulan hidup kerap datang atas seizin Tuhan.
Hidup dalam keheningan untuk mencari hikmat Tuhan dan selalu tersenyum serta tertawa penuh syukur, membuat hidup kita semakin bermakna.
Melalui tujuh pertanyaan retorisnya, nabi Amos mengajak kita untuk mau mendengar hikmat Tuhan dan bertindak sesuai kehendak-Nya.
Amos bernubuat dengan 7 pertanyaan retoris yang mengingatkan umat Israel agar hidup berjalan bersama Tuhan dan firman-Nya.
Sebagai umat pilihan Tuhan, mereka terikat dengan perjanjian untuk hidup sesuai citra sebagai umat milik Tuhan (3).
Setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan umat Israel mengandung maksud Tuhan di dalamnya.
Tuhan digambarkan seperti singa yang mengaum untuk mengingatkan umat-Nya, bahkan mendatangkan malapetaka sebagai teguran dan sarana untuk berbicara kepada Israel (4-6).
Pada akhirnya, nubuat Tuhan yang telah disampaikan melalui para nabi tidak bisa diabaikan.
Umat tidak bisa hanya berdiam diri, melainkan harus bertindak untuk meninggalkan perbuatan dosa dan hidup dalam kebenaran Tuhan (7-8).
Dalam hidup, ada saatnya kita berdiam diri, berdoa dan mendengar firman-Nya.
Setelah menemukan makna dan hikmat Tuhan melalui berbagai pengalaman hidup, kita dipanggil untuk segera bertindak: kembali ke jalan Tuhan dan meninggalkan dosa.
Hiduplah dalam kebenaran firman Tuhan dan hadapilah segala pengalaman hidup kita dengan senyum, tawa dan ucapan syukur. Amin.
Doa: Kepekaan untuk mendengar firman Tuhan dan keberanian untuk melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow