Pembacaan Alkitab : Amos 3:9-11
TEMA : JANGAN MEMPERMALUKAN TUHAN
"Mereka tidak tahu melakukan yang benar" (ay.10a)
Dalam sebuah pertemuan antar para tokoh agama dengan pemerintah daerah, seorang kepala daerah yang berbeda keyakinan berkata, "Tolong para pendeta membantu saya menyelesaikan konflik di gereja itu.
Sudah sekian lama persoalan tersebut tidak selesai. Saya tahu ajaran Kristen itu kasih, tetapi mengapa masalah di gereja itu tidak kunjung selesai?"
Mendengar perkataan itu, beberapa pendeta saling bertatapan dan tertunduk malu. Kondisi seperti ini seharusnya tidak terjadi dalam persekutuan jemaat, baik di tingkat lokal, wilayah, maupun sinodal.
Tetapi, terkadang peristiwa seperti ini Tuhan izinkan terjadi agar kita melakukan introspeksi dan kembali hidup sesuai dengan firman dan kehendak-Nya.
Kejahatan umat Israel membuat Tuhan memanggil Asyur dan Mesir untuk menjadi saksi atas dosa-dosa Israel.
Sebagai umat pilihan Tuhan, kejahatan Israel sama seperti bangsa-bangsa lain yang tidak mengenal Tuhan, bahkan melampaui mereka.
Bangsa tidak mengetahui bangsa lain melakukan kejahatan karena kehendak Tuhan. Tetapi Israel mengetahui akan kehendak Tuhan, dan mereka tetap melanggarnya.
Para pejabat dan orang kaya digambarkan hidup di puri-puri dalam kemewahan dari hasil kekerasan dan rampasan,
Semua harta diperoleh melalui cara-cara yang kotor dan penuh dengan ketidakadilan. Karena itu, Tuhan memakai musuh untuk menghukum dan menghancurkan mereka.
Gereja dan kehidupan keluarga Kristen dipanggil Tuhan untuk Tuhan melalui persekutuan, pelayanan, menyaksikan kasih kesaksian, dan pembinaan warga jemaat.
Dalam kehidupan persekutuan, perbedaan pandangan dan konflik tentu dapat terjadi.
Kendati demikian, sebagai orang percaya kita dipanggil untuk menyelesaikannya dalam kasih Tuhan dengan penuh kerendahan hati, belajar menghargai perbedaan untuk mencari titik temu, dan rela berkorban dengan memberikan yang terbaik demi kemuliaan Tuhan. Amin.
Doa : Doa: Ya Tuhan kami mau memahami untuk pertobatan yang nyata dalam hidup dan pemulihan relasi agar tidak mempermalukan nama Tuhan. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow